Sampai 8 Oktober 2021, Realisasi PEN Capai Rp 416,8 Triliun

Kompas.com - 11/10/2021, 19:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpidato saat menghadiri acara penyerahan bantuan KUR klaster di hotel JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/9/2021). PT Askrindo memberikan bantuan CSR berupa tiga unit mesin jahit dan satu meja potong kepada nasabah KUR yang dijamim oleh PT Askrindo demi mendongkrak perekonomian dan membangkitkan sektor usaha kecil dan menengah. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/aww.
ANTARA FOTO/Fransisco CarolioMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpidato saat menghadiri acara penyerahan bantuan KUR klaster di hotel JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/9/2021). PT Askrindo memberikan bantuan CSR berupa tiga unit mesin jahit dan satu meja potong kepada nasabah KUR yang dijamim oleh PT Askrindo demi mendongkrak perekonomian dan membangkitkan sektor usaha kecil dan menengah. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/aww.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mencatat realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 416,8 triliun hingga 8 Oktober 2021.

Realisasi tersebut setara dengan 55,9 persen dari pagu Rp 744,77 triliun. Realisasi bertambah dari Rp 404,70 triliun pada tanggal 24 September 2021 lalu.

"Terkait dengan perkembangan PEN ini sampai 8 Oktober 2021 sudah 55,9 persen atau Rp 416,8 triliun," kata Airlangga dalam konferensi pers PPKM, Senin (11/10/2021).

Mantan Menteri Perindustrian itu merinci, realisasi anggaran di klaster kesehatan sudah mencapai 49,7 persen atau Rp 106,87 triliun dari pagu Rp 214,96 triliun.

Anggaran digunakan untuk diagnostic sebesar 63,8 persen atau Rp 2,96 triliun. Begitu pula untuk insentif 1,07 juta tenaga kesehatan (nakes), dan santunan kematian 397 nakes.

Lalu pengadaan 105 juta dosis vaksin, obat dan APD, bantuan iuran JKN untuk 29,29 juta orang, serta pembagian paket obat untuk masyarakat.

Baca juga: Luhut Ungkap Perintah Presiden Jelang Pembukaan Penerbangan Internasional ke Bali

"Penggunaan untuk RS darurat Asrama Haji Pondok Gede dan biaya perawatan," ucap Airlangga.

Sementara itu, realisasi klaster perlindungan sosial mencapai Rp 121,5 triliun atau 65,1 persen dari pagu Rp 186,64 triliun. Anggaran digelontorkan untuk ragam bansos, mulai dari PKH hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU).

"Perlinsos realisasinya Rp 121,5 triliun. Untuk PKH 73,4 persen atau Rp 20,79 triliun, Kartu Sembako sudah 58,6 persen atau Rp 29,26 triliun. BLT desa 56,2 persen atau Rp 16,2 triliun, dan BSU 75,6 persen atau Rp 6,65 triliun," beber Airlangga.

Sementara itu, dukungan UMKM dan korporasi terealisasi Rp 68,38 triliun atau 42,1 persen dari pagu Rp 162,40 triliun. Pemanfaatan anggaran salah satunya ditujukan untuk Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada 12,71 juta usaha.

Adapun program prioritas mencapai Rp 65,69 triliun atau 55,7 persen dari pagu Rp 117,94 triliun. Sedangkan, realisasi insentif usaha mencapai 95,8 persen dari pagu Rp 62,83 triliun.

Baca juga: IKM Dekorasi Rumah Siap-siap, Pemerintah Bakal Bukakan Akses Pasar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.