Sempat Disinggung Jokowi, Ini Strategi OJK Fasilitasi Pertumbuhan Fintech

Kompas.com - 12/10/2021, 15:01 WIB
Ilustrasi fintech. ShutterstockIlustrasi fintech.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggara financial technology atau fintech semakin marak di Indonesia, selaras dengan pesatnya pertumbuhan digitalisasi di berbagai sektor industri nasional.

Keberadaan inovasi keuangan digital diharapkan dapat membantu mendongkrak perekonomian nasional, salah satunya dengan cara menggenjot tingkat inklusi keuangan.

Namun demikian, potensi kerugian dari pesatnya pertumbuhan fintech, seperti tindak kejahatan cyber, masih sangat nyata adanya.

Baca juga: Waspada Pinjol Ilegal, Simak Daftar Terbaru Fintech Terdaftar dan Berizin OJK

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencegah kerugian dari percepatan pertumbuhan industri keuangan digital seperti fintech.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengatakan, sejumlah kebijakan telah dikeluarkan untuk memfasilitasi pertumbuhan industri keuangan digital, salah satunya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi atau fintech peer to peer lending.

Kemudian, OJK juga telah menerbitkan POJK Nomor 13 Tahun 2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Jasa Keuangan, POJK Nomor 57 Tahun 2020 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi atau Securities Crowdfunding (SCF).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk melengkapi kebijakan-kebijakan tersebut, OJK memiliki platform yang dapat mempertemukan otoritas dengan para penyelenggara fintech, guna membahas berbagai hal berkaitan industri keuangan digital, yakni OJK Innovation Centre for Digital Financial Technology (OJK Infinity).

Baca juga: OJK Terbitkan Aturan Baru soal Fintech Crowdfunding, Apa Isinya?

"Melalui OJK Infinity, kami secara aktif membangun ekosistem fintech yang dapat menjadi bagian dari sistem keuangan Indonesia, dan telah membawa OJK sedekat mungkin dengan para pelaku industri fintech di Indonesia maupun di mancanegara," tutur Nurhaida, dalam OJK Virtual Innovation Day 2021, Selasa (12/10/2021).

Dengan kebijakan dan upaya yang telah dilakukan, Nurhaida menyebutkan, OJK berkomitmen untuk menduung sektor keuangan digital yang bersifat berkelanjutan.

"Hal tersebut dapat ditunjukan dengan semakin banyaknya jumlah penyelenggara fintech dan tingkat pengguna keuangan digital di masyarakat yang terus meningkat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.