Saham-saham Teknologi Angkat Indeks Nasdaq, Perbankan Bebani Dow Jones dan S&P

Kompas.com - 14/10/2021, 06:30 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange

KOMPAS.com - Indeks acuan Nasdaq naik pada perdagangan Rabu (13/10/2021) atau Kamis pagi (14/10/2021) waktu Indonesia. Saham teknologi kembali sebagai favorit pasar di tengah kekhawatiran tentang kenaikan inflasi.

Sementara itu saham perbankan tergelincir meskipun hasil kuartalan yang kuat dari JPMorgan.

Melansir Reuters pukul 10:01 pagi waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 163,31 poin, atau 0,48 persen pada 34.215,03, S&P 500 turun 7,03 poin atau 0,16 persen pada 4.343,62, dan Nasdaq Composite naik 52,60 poin, atau 0,36 persen, pada 14.518,53.

Baca juga: Krisis Energi Dunia, IHSG Meroket

Layanan teknologi dan komunikasi termasuk di antara sedikit yang memperoleh keuntungan di antara 11 sektor indeks S&P.

Saham-saham mega-caps termasuk Facebook Inc, Amazon.com Inc, induk Google Alphabet Microsoft Corp, dan Tesla naik.

Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan harga konsumen meningkat solid pada bulan September dan akan meningkat lebih lanjut di tengah lonjakan biaya produk energi, menimbulkan keraguan pada pandangan Federal Reserve bahwa inflasi yang tinggi bersifat sementara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Cetak CPI hari ini mungkin mempengaruhi setidaknya beberapa anggota untuk memberikan bobot yang lebih tinggi pada risiko inflasi," kata Jai Malhi, analis pasar global di J.P. Morgan Asset Management.

Pasar saat ini memfokuskan perhatian pada risalah pertemuan kebijakan The Fed September, yang akan dirilis beberapa waktu ke depan.

Laba kuartal ketiga JPMorgan Chase & Co melampaui ekspektasi. Namun, sahamnya turun 2,5 persen, sekaligus membebani Dow dan S&P 500, setelah mencapai rekor tertinggi pekan lalu.

Baca juga: Mengenal Indeks Saham AS: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite

Rekannya Bank of America, Citigroup, Wells Fargo dan Morgan Stanley akan melaporkan hasil pada hari Kamis, sementara Goldman Sachs akan mempublikasikan pendapatan pada hari Jumat. Indeks perbankan yang lebih luas turun 2,2 persen.

Analis memperkirakan perusahaan Amerika akan melaporkan pertumbuhan laba yang kuat pada kuartal ketiga pada saat kekhawatiran tentang masalah rantai pasokan dan harga yang lebih tinggi mempengaruhi bisnis yang muncul dari pandemi.

Di antara saham lainnya, Apple Inc turun 1,1 persen setelah sebuah laporan mengatakan penanda iPhone berencana untuk memangkas produksi iPhone 13-nya.

Delta Air Lines Inc memperingatkan kerugian sebelum pajak untuk kuartal keempat karena kenaikan tajam harga bahan bakar, menyebabkan sahamnya turun 4,1 persen.

Saham produsen chip Qualcomm Inc naik 1,2 persen seiring dengan rencana pembelian kembali saham baru senilai 10 miliar dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.