Kompas.com - 14/10/2021, 09:32 WIB
Ilustrasi saham PEXELS/BURAK KIlustrasi saham

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (14/10/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang menguat pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.13 WIB, IHSG berada pada level 6.608,97 atau naik 72,06 poin (1,1 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.536,9.

Sebanyak 241 saham melaju di zona hijau dan 171 saham di zona merah. Sedangkan 162 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,6 triliun dengan volume 2,3 miliar saham.

Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pagi ini bursa saham asia mayoritas merah dengan penurunan Shanghai Komposit 0,02 persen dan Strait Times 0,15 persen. Sementara Nikkei menguat 1 persen.

Wall Street pagi ini mayoritas positif dengan kenaikan indeks S&P 500 sebesar 0,3 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS Nasdaq 0,73 persen. Sementara itu indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 0,53 poin.

Sebelumnya, Analis Panin Sekuritas William Hartanto yang mengatakan, setelah mencapai level psikologis, hari ini IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.500 sebagai support baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Setelah mencapai level psikologis umumnya terjadi pengujian support baru, secara teknikal IHSG diestimasikan bergerak mixed sambil menguji 6.500 sebagai support baru. Hari ini IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.482 - 6.570,” kata William.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini menguat. Melansir Bloomberg, pukul 09.03 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.192 per dollar AS, atau atau menguat 26 poin (0,18 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.218 per dollar AS.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Stock Split Saham dan Dampaknya Bagi Investor

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah pagi ini ditopang oleh pelemahan dollar AS terhadap nilai tukar regional. Sentimen positif juga muncul dari membaiknya laporan keuangan korporasi di AS dan Eropa.

“Rupiah mungkin bisa menguat terhadap dollar AS hari ini dengan melemahnya dollar AS terhadap nilai tukar lainnya dan turunnya yield obligasi pemerintah AS. Selain itu, kenaikan harga komoditi yang menyumbang surplus neraca perdagangan RI juga masih membantu penguatan rupiah,” kata Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.200 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.230 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.