Gaet Investor Singapura, Gubernur DKI Tawarkan Proyek MRT dan TOD Pegangsaan Dua

Kompas.com - 14/10/2021, 16:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta dalam webinar yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi dan Rumah Sakit Yarsi bertajuk CT Values dan Risiko Anak yang digelar secara daring pada Kamis, 7 Oktober 2021. DOK. YARSIGubernur DKI Jakarta dalam webinar yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi dan Rumah Sakit Yarsi bertajuk CT Values dan Risiko Anak yang digelar secara daring pada Kamis, 7 Oktober 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan dua proyek kepada para calon investor di Singapura, dalam ajang webinar Insight into Investment Opportunities in Jakarta Province.

Adapun dua proyek yang ditawarkan yaitu proyek Extended Concourse Fatmawati Station yang dikelola PT MRT Jakarta dan proyek Transit Oriented Development Pegangsaan Dua milik PT Jakarta Propertindo.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pihaknya mendukung penuh terlaksananya kerja sama investasi dengan menghadirkan berbagai kemudahan dan pendekatan layanan sebagai solusi investasi dan perizinan di Jakarta.

Baca juga: Divestasi adalah Kebalikan Investasi, Ini Pengertian dan Dampaknya

"Melalui kedua proyek yang ditawarkan pada webinar ini merupakan perwujudan dari cita-cita provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi yang memiliki konektivitas yang memadai sehingga mampu menggerakkan kegiatan ekonomi di Jakarta," ujar Anies dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).

Anies mengatakan, Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia merupakan salah satu mitra strategis Singapura.

Oleh karena itu, untuk mendorong peningkatan investasi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh masyarakat, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para investor dengan mendorong kemudahan berinvestasi dan kemudahan berusaha di Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di hadapan para investor Singapura tersebut, Anies menyampaikan bahwa perekonomian di Jakarta telah berangsur pulih dari pandemi Covid-19.

Hal ini ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota sebesar 10,91 persen (year on year/yoy) pada kuartal II tahun 2021.

Baca juga: Bukan Rp 10,8 Triliun, Ini Investasi Waskita di Tol Cibitung-Cilincing

"Peningkatan konsumsi domestik mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun 2021 sebesar 10,91 persen, hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa perekonomian di Jakarta telah berangsur pulih. Dengan perbaikan reformasi birokrasi yang dilakukan, kami memastikan bahwa iklim berinvestasi dan berusaha di Jakarta semakin kondusif," kata Anies.

Senada, Kepala DPMPTSP DKI Jakarta Benni Aguscandra menuturkan, pihaknya berupaya menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Jakarta melalui kehadiran Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) yang akan memberikan pendampingan kepada investor. 

 

Ia menilai, tahun ini menjadi momentum yang tepat untuk menangkap peluang investasi, terlebih pergerakan Penanaman Modal Asing (PMA) di Jakarta menunjukan tren positif.

"Setelah sebelumnya sempat terpukul karena pandemi, kini ekonomi Jakarta berangsur pulih. Tentunya saat ini menjadi momen yang tepat untuk menangkap peluang investasi," kaya Benni.

Benni memastikan DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan realisasi investasi di Jakarta yang akan berdampak pada perluasan lapangan kerja, peningkatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar Asia.

Baca juga: Ini Dana Investasi yang Dibutuhkan PLN Dalam 10 Tahun ke Depan

Pada kesempatan itu pula, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo menjelaskan, pemerintah saat ini telah banyak melakukan perubahan regulasi dan membuat kebijakan yang pro investasi dalam rangka memfasilitasi investor ke Indonesia sehingga akan menciptakan lapangan kerja dan kemakmuran bagi masyarakat Indonesia.

Menurut dia, untuk mendatangkan investasi tidak cukup dengan menampilkan potensi dan kekayaan sumber daya alam, namun dengan stabilitas politik dan kondisi ekonomi yang baik maka Indonesia dapat menjadi primadona tujuan investasi.

"Kami mengajak para pengusaha atau investor Singapura untuk berinvestasi di Jakarta. Saat ini berinvestasi atau mendirikan usaha di Jakarta bahkan di Indonesia sudah jauh lebih mudah. Kami berharap hubungan kerja sama yang baik antara Indonesia dan Singapura dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Suryo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.