Kompas.com - 14/10/2021, 17:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke DPRD Provinsi Bali, Kamis (12/8/2021) KOMPAS.com/Ach. FawaidiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke DPRD Provinsi Bali, Kamis (12/8/2021)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, jumlah perusahaan baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal tahun 2021 hingga Oktober mencapai 38 perusahaan.

Dengan capaian tersebut, BEI menjadi bursa efek dengan perusahaan baru tercatat terbanyak di antara negara anggota Perhimbunan Negara Asia Tenggara atau ASEAN.

“Angka pencatatan saham baru ini juga merupakan yang tertinggi di ASEAN, serta masuk dalam urutan ke-12 di dunia,” kata Luhut dalam gelaran Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, di Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Selat Vien’s Sukses Ekspansi hingga 10 Cabang, Apa Saja Rahasianya?

Lebih lanjut Luhut menyebutkan, angka tersebut masih berpotensi terus bertambah, dengan adanya 25 calon perusahaan yang sudah mengantre untuk melantai di BEI.

Dari sisi permintaan, dikatakan dia, jumlah investor yang meliputi investor saham, reksadana, dan obligasi di pasar modal sampai dengan 30 September 2021 jumlahnya mencapai 6,43 juta investor.

Jumlah itu meningkat 66 persen dibandingkan akhir akhir tahun 2020, atau hampir naik lima kali lipat sejak tahun 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Angka ini secara umum didominasi oleh investor retail yang proporsinya mencapai 90 persen dari total keseluruhan investor. Meningkatnya partisipasi investor retail yang mayoritas merupakan investor domestik, merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus tidak disangka-sangka,” tutur Luhut.

Dengan capaian-capaian tersebut, Luhut menilai, pasar modal telah berperan penting dalam membantu upaya pemerintah memulihkan perekonomian nasional.

Baca juga: BPUM Diharapkan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dekade terakhir tidak terlepas dari dukungan pasar modal, terutama pada fungsinya sebagai penyedia dana untuk pembangunan,” ujar Luhut.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, pencapaian dan kinerja pasar modal tidak terlepas dari seluruh stakeholders pasar modal Indonesia.

Ia pun berharap, pasar modal Indonesia dapat terus memberikan kinerja yang baik, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Di samping itu, Inarno juga mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan CMSE 2021 yang diselenggarakan oleh Self Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang dapat meningkatkan edukasi dan literasi pasar modal kepada investor.

“Kegiatan CMSE 2021 dapat membuat masyarakat melihat bahwa investasi di pasar modal dapat dijangkau semua pihak. Diharapkan, semakin banyak masyarakat yang menghadiri kegiatan ini, likuiditas pasar modal Indonesia akan lebih baik lagi,” ucapnya.

Baca juga: Sri Mulyani Bertemu Janet Yellen, Apa Saja yang Dibahas?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.