Erick Thohir Jabarkan Langkah BUMN Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

Kompas.com - 14/10/2021, 18:30 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dalam upaya memulihkan ekonomi nasional, sejumlah langkah telah dilakukan perusahaan pelat merah. Ia bilang, pemulihan ekonomi itu dimulai dengan fokus pada sisi kesehatan.

"Pemulihan ekonomi menjadi suatu keharusan, namun kita harus lebih dahulu membangun kesehatan secara nasional, karena kesehatan merupakan hal yang fundamental," ungkapnya dalam acara Capital Market Summit & Expo 2021, Kamis (14/10/2021).

Ia mengatakan, dalam mendukung kesehatan nasional, pihaknya terus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari solusi untuk tidak impor vaksin lagi kedepannya.

Baca juga: Luhut: Pencatatan Saham Baru di BEI Tertinggi di ASEAN

Oleh sebab itu, pemerintah saat ini tengah mengembangkan vaksin Merah Putih bekerja sama dengan dengan empat universitas dan dua lembaga riset.

Lembaga tersebut terdiri dari Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Serta Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Kami coba cari solusi untuk tidak impor vaksin lagi dengan berupaya menemukan vaksin Merah Putih atau vaksin BUMN," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: BPUM Diharapkan Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Selain itu, BUMN juuga membangun rumah sakit modular di berbagai wilayah seperti di Jakarta, Lampung, dan Bandung. Termasuk pula bersama Kementerian PUPR mengkonversi Wisma Atlet Asian Games menjadi rumah sakit darurat penanganan Covid-19.

Sementara bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), lanjut Erick, pihaknya mengembangkan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi yang dirancang sejak tahun lalu itu, kemudian digunakan untuk mengintegrasikan data vaksinasi dan testing guna mengatasi pandemi.

Saat ini, aplikasi PeduliLindungi sudah diintegrasikan dengan aplikasi milik kementerian lainnya, maupun dengan aplikasi buatan swasta. Sehingga masyarakat bisa mengakses PeduliLindungi dengan beragam platform yang tersedia.

"Integrasi NIK dengan vaksinasi dan testing ini bisa jadi hal solutif buat rakyat Indonesia, ataupun tulis yang akan datang ke Indonesia," kata Erick.

Baca juga: Sri Mulyani Bertemu Janet Yellen, Apa Saja yang Dibahas?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.