Stafsus Erick Thohir: Pernyataan Faisal Basri Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung Konyol

Kompas.com - 14/10/2021, 20:15 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Dok. BNPBStaf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (8/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyayangkan pernyataan dari ekonom senior Indef, Faisal Basri terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Menurut Arya, pernyataan Faisal Basri yang menyebut investasi dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak akan balik modal tanpa didasari data yang akurat. Bahkan, dia menyebut pernyataan Faisal Basri itu konyol.

"Kami menyayangkan omongan Faisal Basri. Faisal Basri tuh salah total yang mengatakan sampai kapan pun enggak mungkin, sampai kapan pun pasti rugi. Ya mana ada investor mau masuk dengan kondisi nanti rugi, itukan konyol. Faisal Basri konyol betul itu dan keliatan beliau itu tidak pakai angka, tidak pakai analisa, hanya subjektifnya aja yang muncul. Jadi itu kesalahan besar," ujar Arya dalam keterangannya, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Biaya Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak, Kementerian BUMN Jamin Tak Ada Korupsi

Arya menjelaskan, saat ini BPKP masih menghitung berapa pembengkakan dana (cost overrun) pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun, dalam hitungan kasarnya, investasi di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung baru akan balik modal dalam 40 tahun.

"Tapi secara konservatif, hitungan kita tetap back periode-nya untuk equity-nya itu ini ya 40an tahun. Tapi kita belum tahu ya ini hitungannya hanya kasar masih. Ini kan mirip-mirip dengan MRT," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juru bicara Erick Thohir itu memaparkan, investasi di sektor transportasi kereta api memerlukan waktu yang panjang untuk balik modal. Hal ini sama dengan investasi pada proyek Mass Rapid Transit (MRT).

"Coba aja cek deh di MRT, berapa tahun? mirip-mirip, enggak akan jauh nanti dari situ, 40an tahun juga. Jadi kalau dikatakan sampai kapan pun akan rugi, itu konyol, itu Faisal Basri sangat-sangat konyol," ungkapnya.

Baca juga: Berapa Uang APBN untuk Tambal Biaya Bengkak Proyek Kereta Cepat?

Menurut Arya, jika tak akan mengalami keuntungan, tidak mungkin ada investor yang masuk untuk mendanai proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung. Maka dari itu, dia menyayangkan pernyataan dari Faisal Basri tersebut.

"Jadi saya bisa katakan kali ini sangat disayangkan Faisal Basri kembali lagi, konyol untuk analisisnya. Tapi yang pasti jangan konyol dan akhirnya menyebabkan berita hoaks yang enggak benar kepada publik tanpa analisa, tanpa data apapun," tutup Arya.

Dikutip dari KompasTV, Ekonom Faisal Basri menyatakan, banyak infrastruktur yang dibangun namun hanya menghabiskan uang. Tidak memberi manfaat optimal kepada masyarakat. Salah satu contohnya adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Apalagi, sekarang proyek tersebut akan menggunakan duit rakyat lewat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Menurut Faisal, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan sulit balik modal meski menjual tiket dengan harga mahal. Hal itu ia sampaikan dalam webinar pada Rabu, (13/10/2021).

“Sebentar lagi rakyat membayar kereta cepat. Barang kali nanti tiketnya Rp 400.000 sekali jalan. Diperkirakan sampai kiamat pun tidak balik modal,” kata Faisal dikutip Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Proyek Kereta Cepat Pakai APBN, Kementerian BUMN: Pembengkakan Itu Wajar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.