Soal Kereta Cepat Rugi sampai Kiamat, Stafsus Erick Thohir Sebut Faisal Basri Konyol dan Sebar Hoaks

Kompas.com - 15/10/2021, 08:23 WIB
Juru Bicara TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, di Menteng, Jakarta, Selasa (27/11/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINJuru Bicara TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga di Posko Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, di Menteng, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Senior Faisal Basri menyebut proyek Keret Cepat Jakarta Bandung tidak layak secara bisnis, sehingga dipastikan sulit balik modal, bahkan sampai hari kiamat sekalipun. 

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyayangkan pernyataan dari ekonom senior INDEF itu mengenai kritik proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Dikatakan Arya, pernyataan Faisal Basri yang menyebut investasi dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tidak akan balik modal tanpa didasari data yang akurat. Bahkan, dia menyebut pernyataan Faisal Basri itu konyol.

"Kami menyayangkan omongan Faisal Basri. Faisal Basri tuh salah total yang mengatakan sampai kapan pun enggak mungkin, sampai kapan pun pasti rugi," ucap Arya yang juga mantan relawan Jokowi di Pilpres 2019 ini. 

Baca juga: Kilas Balik Kereta Cepat: Ditolak Jonan, Kini Mau Pakai Duit APBN

"Ya mana ada investor mau masuk dengan kondisi nanti rugi, itukan konyol. Faisal Basri konyol betul itu dan keliatan beliau itu tidak pakai angka, tidak pakai analisa, hanya subjektifnya aja yang muncul. Jadi itu kesalahan besar," ujar Arya lagi dikutip pada Jumat (15/10/2021). 

Arya menjelaskan, saat ini BPKP masih menghitung berapa pembengkakan dana (cost overrun) pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, dalam hitungan kasarnya, investasi di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung baru akan balik modal dalam 40 tahun.

Baca juga: Kala Jokowi Janji Kereta Cepat Tak Gunakan Duit APBN Sepeser Pun

"Tapi secara konservatif, hitungan kita tetap back periode-nya untuk equity-nya itu ini ya 40an tahun. Tapi kita belum tahu ya ini hitungannya hanya kasar masih. Ini kan mirip-mirip dengan MRT," kata dia.

Juru bicara Erick Thohir itu memaparkan, investasi di sektor transportasi kereta api memerlukan waktu yang panjang untuk balik modal. Hal ini sama dengan investasi pada proyek Mass Rapid Transit (MRT).

"Coba aja cek deh di MRT, berapa tahun? mirip-mirip, enggak akan jauh nanti dari situ, 40-an tahun juga. Jadi kalau dikatakan sampai kapan pun akan rugi, itu konyol, itu Faisal Basri sangat-sangat konyol," ungkapnya.

Baca juga: Bengkak, Biaya Kereta Cepat Kini Lebih Mahal daripada Tawaran Jepang

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.