Turun Tipis, Ekspor Indonesia Capai 20,60 Miliar Dollar AS pada September

Kompas.com - 15/10/2021, 11:14 WIB
Tata laksana ekspor sesuai Bea dan Cukai Unsplash/Andy LiTata laksana ekspor sesuai Bea dan Cukai

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor sepanjang September 2021 mencapai 20,60 miliar dollar AS. Nilai ekspor pada September 2021 ini mengalami penurunan -3,84 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, penurunan ekspor disumbang oleh menurunnya ekspor migas dan nonmigas, masing-masing -12,56 persen dan -3,38 persen.

Namun jika dilihat secara tahunan (year on year/yoy) ekspor Indonesia masih meningkat signifikan sebesar 47,64 persen, disumbang oleh peningkatan ekspor migas 30,97 persen dan non migas 48,03 persen.

Baca juga: Lepas Ekspor Sepeda Element ke Malaysia, Menperin: SNI Diterima di Pasar Global

"Total ekspor September ini tercatat 20,60 miliar dollar AS. Ekspor nonmigas pada bulan September 2021 senilai 19,67 miliar dollar AS, turun 3,38 persen dibanding Agustus 2021," kata Margo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat (15/10/2021).

Dilihat menurut sektor, penurunan ekspor bulan September terjadi pada sektor migas dan industri pengolahan. Komiditas penyumbang penurunan paling besar adalah minyak kelapa sawit yang terkontraksi -33,24 persen, diikuti timah -27,45 persen, dan pupuk -32,49 persen.

Namun, share ekspor minyak kelapa sawit terhadap ekspor industri pengolahan mencapai 15,67 persen. Secara tahunan, minyak kelapa sawit masih tumbuh signifikan sebesar 59,06 persen (yoy).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, sektor pertanian dan perikanan mengalami peningkatan ekspor sebesar 15,04 persen. Komoditas penyumbang ekspor paling besar kali ini datang dari kopi dengan share 20,79 persen dari total ekspor. Komoditas tersebut tumbuh 3,87 persen (yoy).

Komoditas kedua yang menopang ekspor di sektor ini adalah tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah dengan share 19,43 persen, diikuti oleh buah-buahan. Secara tahunan, kedua komoditas non sudah tumbuh 59,86 persen (yoy) dan 9,62 persen (yoy).

"Tapi sektor pertanian -4,69 persen (yoy). Komoditas penyumbang adalah sarang burung yang turun -42,88 persen, kemudian udang hasil tangkap -90,35 persen, dan sayur-sayuran -45,6 persen," jelas Margo.

Adapun pada sektor pertambangan dan penggalian, ekspor meningkat 3,46 persen. Komoditas yang memiliki andil besar adalah batubara dengan share 70,33 persen. Sejak September 2020, batubara tumbuh 168,89 persen.

"Struktur ekspor secara menyeluruh berasal dari komoditas nonmigas dengan total 95,47 persen. Rinciannya, industri 75,76 persen, tambang 18,30 persen, migas 4,53 persen, dan pertanian 1,91 persen," beber Margo.

Baca juga: Presiden Jokowi Inginkan Indonesia Setop Ekspor CPO

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.