Kunci Pertahankan Bisnis, ILO: Perhatikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kompas.com - 15/10/2021, 11:52 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan tol Cengkareng-Batu Ceper-Cikunir di Jalan Daan Mogot, Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, Minggu (12/4/2020). Tol sepanjang 14,19 kilometer ini menelan biaya investasi sekitar Rp 3,5 triliun. Ruas tol ini akan menambah variasi rute yang dapat digunakan untuk menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Tangerang. Proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan menjadi salah satu proyek yang masih terus berjalan di tengah pandemi Covid-19. KOMPAS/HERU SRI KUMOROPekerja menyelesaikan pembangunan jalan tol Cengkareng-Batu Ceper-Cikunir di Jalan Daan Mogot, Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten, Minggu (12/4/2020). Tol sepanjang 14,19 kilometer ini menelan biaya investasi sekitar Rp 3,5 triliun. Ruas tol ini akan menambah variasi rute yang dapat digunakan untuk menuju dan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Tangerang. Proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan menjadi salah satu proyek yang masih terus berjalan di tengah pandemi Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) mengatakan, keselamatan di tempat kerja menjadi kunci penting untuk menciptakan ketahanan bisnis dalam jangka panjang.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Michiko Miyamoto mengatakan, keselamatan kerja ini mampu menunjang kesinambungan bisnis.

Maka itu, pelaku bisnis bisa mengambil langkah aktif untuk membangun sistem kerja yang lebih aman sebagai bentuk adaptasi di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Jadi Polemik, Besaran Bunga Pinjol Dinilai Sesuai dengan Risiko Pinjaman

"Pelaku usaha dan pemerintah memiliki peranan penting (untuk membangun sistem kerja yang aman). Tidak hanya menjawab krisis, tapi juga membuat landasan perbaikan di masa yang akan datang khususnya mengenai kesehatan dan keselamatan kerja," kata Michiko Miyamoto dalam siaran pers, Jumat (15/10/2021).

Michiko menyebutkan, perusahaan harus bisa melakukan identifikasi dan menetapkan pedoman keselamatan dan kesehatan, salah satunya terkait pencegahan Covid-19 di tempat kerja sesuai standar nasional dan praktik baik internasional.

Sementara pemerintah harus lebih mampu menilai dan memantau izin-izin bisnis berbasis risiko sesuai pelaksanaan PP No 5 Tahun 2021

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemampuan untuk menilai risiko bagi perusahaan penting untuk menavigasi strategi bisnis, terutama dalam masa pandemi ini," beber Michiko.

Sependapat, dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Teguh Dartanto menjelaskan, kesehatan dan keselamatan pekerja menjadi kunci dari produktivitas di masa depan.

Baca juga: Bisnis Kartu Kredit Bakal Cerah pada Akhir Tahun?

Dia berharap, ada komitmen kuat dari pelaku bisnis hingga tenaga kerja untuk mengikuti protokol kesehatan dan keselamatan kerja.

"Kalau misalnya selama pandemi ini tenaga kerja merasa tidak aman dan tidak sehat untuk WFO, atau untuk pergi ke tempat kerja, ini bisa mempengaruhi mood, bisa mempengaruhi juga produktivitas dan inovasi-inovasi," ungkap Teguh.

Teguh menilai, pemerintah pusat maupun daerah perlu membentuk suatu pedoman terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja selama pandemi.

Pedoman ini harus didukung dengan sosialisasi masif.

"Jadi koordinasi akan selalu perlu dilakukan untuk terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.