Pemerintah Targetkan Ekspor 1 Juta Unit Kendaraan CBU pada 2025

Kompas.com - 15/10/2021, 16:48 WIB
Menperin Agus Gumiwang Dokumentasi humas kemenperinMenperin Agus Gumiwang
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemerintah menargetkan ekspor kendaraan completely built up (CBU) sebanyak 1 juta unit pada 2025.

Oleh sebab itu, kata Menperin Agus, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya atau melobi pelaku usaha kendaraan otomotif di Tanah Air.

"Pemerintah targetkan ekspor kendaraan CBU dapat capai 1 juta unit. Oleh sebab itu pada kesempatan ini terus melakukan upaya melobi pelaku usaha kendaraan otomotif," ujar Menperin Agus dalam diskusi webinar Quo Vadis Industei otomotif secara virtual, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Kalbe Farma Naikkan Target Pertumbuhan Laba Jadi Double Digit

Lebih lanjut Menperin Agus mengatakan, ekspor produk otomotif dari Indonesia untuk kendaraan roda empat atau lebih, telah merambah ke 80 negara dengan produksi periode Januari-Agustus 2021 sebanyak 18.000 unit kendaraan CBU, 70.000 set CKD, dan 50 juta komponen kendaraan roda empat.

Menperin Agus juga menilai dengan adanya perkembangan kelas menengah yang cukup pesat serta rasio kepemilikan mobil yang masih rendah, membuat Indonesia bisa menjadi pasar potensial bagi otomotif di Asia Tenggara.

"Ini tentunya peluang bagu pengembangan dan industrialisasi kendaraan bermotor yang hemat energi dan ramah lingkungan sesuai tren global," kata Menperin Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan produksi kendaraan listrik baterai (BEV) pada 2030 bisa mencapai 600.000 unit untuk roda empat dan 2,45 juta unit untuk roda dua.

Produksi kendaraan listrik diharapkan mampu menurunkan kadar emisi karbondioksida sebesar 2,7 juta ton untuk roda 4 atau lebih dan sebesar 1,1 juta ton untuk roda dua.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Produksi Mobil Listrik Capai 600.000 Unit di 2030

Hanya saja, menurut Menperin, agar membuat ekosistem kendaraan listrik ini bisa berjalan dengan semestinya, memerlukan keterlibatan para pemangku kepentingan yang terkait baik dari produsen, produsen baterai, hingga infrastruktur.

Dia juga berpesan agar industri baterai di Indonesia harus bersiap dalam menghadapi inovasi-inovasi industri baterai global yang sedang berjalan saat ini.

"Industri baterai Indonesia harus mampu mengantisipasi perkembangan inovasi baterai ke depan dengan berdampak pada harga lebih murah, energi lebih tinggi, dan waktu pengisian lebih singkat," ungkap Menperin.

Baca juga: 187 Unit SPKLU Sudah Beroperasi di 155 Lokasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.