Menkop Teten: Cari Untung tetapi Rusak Lingkungan, Kita Tinggalkan!

Kompas.com - 15/10/2021, 18:11 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan sambutan dalam peluncuran logo baru Kemenkop UKM, Senin (27/9/2021). Dok. Kementerian Koperasi dan UKMMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memberikan sambutan dalam peluncuran logo baru Kemenkop UKM, Senin (27/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meminta UMKM untuk mengadopsi praktik usaha ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dia mengatakan, usaha yang hanya mencari untung tapi merusak lingkungan harus ditinggalkan. Menurut dia, kegiatan ekonomi termasuk produksi, konsumsi, dan distribusi harus meningkatkan kualitas pembangunan manusia dalam jangka panjang.

“Langkah-langkah mencari keuntungan yang merusak lingkungan harus kita tinggalkan," kata Teten dalam peluncuran survei pandemi dan praktik usaha ramah lingkungan, Jumat (15/10/2021).

Baca juga: Menkop Teten: Sudah 15,9 Juta UMKM Masuk ke Pasar Digital

Menurut dia, pihaknya harus mendukung usaha ramah lingkungan. Apalagi saat ini, banyak pengusaha muda yang minat berwirausaha dengan barang dagangan ramah lingkungan.

Hal ini juga sejalan dengan hasil survei yang menemukan bahwa sekitar 95 persen UMKM berminat pada praktik-praktik usaha ramah lingkungan.

Sebanyak 90 persen lainnya menyatakan tertarik untuk menerapkan praktik usaha inklusif, yang merupakan komponen penting dari agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Anak-anak muda sudah banyak menjalankan bisnis yang ramah lingkungan. Misalnya, menggunakan material dari limbah kayu untuk membuat jam tangan dan frame kacamata. Tentu kreativitas dan inovasi ini perlu terus kita dukung agar semakin banyak usaha ramah lingkungan," ucap Teten.

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Norimasa Shimomura menyebut, pemerintah perlu bekerjasama dengan stakeholder lainnya untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Sebab berdasarkan hasil survei yang sama, ada potensi usaha ramah lingkungan di Indonesia.

“Kesempatan sekarang ada tangan kita. Kita harus menangkap peluang untuk transisi yang lebih berani menuju ekonomi hijau dengan praktik-praktik usaha yang lebih inklusif," jelas Shimomura.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.