Kompas.com - 18/10/2021, 07:38 WIB
Ilustrasi nelayan KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOIlustrasi nelayan

Sekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati menuturkan, penarikan PNBP harus menyasar nelayan besar dan pelaku industri perikanan dalam jumlah besar dengan alat tangkap yang besar.

Berdasarkan data KKP, ada sekitar 181.178 perahu motor tempel dan 175.451 kapal bermesin. Kedua jenis kapal ini banyak digunakan oleh nelayan skala besar yang menggunakan alat tangkap skala besar.

Kemudian, ada 190.923 kapal perahu tanpa mesin yang digunakan oleh nelayan kecil. Mereka biasanya menggunakan alat tangkap ramah lingkungan, seperti jaring, pancing, dan alat tangkap lainnya.

"Nelayan skala kecil atau nelayan tradisional mesti dilayani dengan cara diberikan kemudahan berusaha dengan tidak dibebankan PNBP yang tidak mempersulit usaha perikanan mereka," sebut Susan.

Di sisi lain, masih banyak nelayan kecil yang belum memahami beleid terbaru. Sekretaris Forum Peduli Pulau Pari (FPPP), Sulaiman mengatakan, nelayan di wilayahnya tidak tahu persis seperti apa kenaikan tarif PNBP.

"Kalau asosiasi atau LSM di sini hanya ada kelompok-kelompok nelayan kecil. Soal paham saya rasa pasti banyak yang belum tau, apalagi sampai paham," ungkap Sulaiman.

Lantas, untuk siapa kenaikan tarif PNBP?

Dihubungi terpisah, Juru Bicara KKP, Wahyu Muryadi menegaskan, pemungutan PNBP dilakukan untuk menciptakan keadilan bagi para nelayan. Bahkan dalam aturan baru, KKP menambah klausul PNBP pasca produksi yang hanya menyasar nelayan besar dengan ukuran kapal di atas 30 GT.

Sedangkan nelayan kecil/tradisional dengan ukuran kapal 5 GT tidak akan dipungut PNBP. Aturan serupa berlaku untuk nelayan dengan ukuran kapal sampai 30 GT karena sudah dipungut retribusi daerah oleh Pemda.

Adapun kapal 30 GT ke atas menjadi objek PNBP lantaran pengurusan izin diatur langsung dari pusat. Pemungutan PNBP pasca produksi ini dilakukan secara bertahap sampai semua pelabuhan perikanan siap di tahun 2023 mendatang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.