Kenaikan Tarif PNBP Perikanan, untuk Siapa?

Kompas.com - 18/10/2021, 07:38 WIB
Ilustrasi nelayan KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOIlustrasi nelayan

Bagaimana pun, semua sumber daya alam ditarik pajaknya oleh pemerintah, seperti minyak atau hasil tambang. Izin-izin kapal yang memakan biaya banyak justru akan dihapus untuk memaksimalkan penarikan PNBP satu kali.

Trenggono lantas mengusulkan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini untuk memasangkan IoT pada setiap kapal. Tujuannya agar kapal-kapal tersebut bisa dideteksi kapan melaut dan kapan menangkap ikan.

Saat pungutan ditarik, mereka tidak lagi memiliki alasan untuk tidak membayar PNBP karena kapal tidak menangkap ikan, karena produksinya bisa dimonitor dengan baik.

"Bagaimana kalau kita izin kapalnya dibebasin saja? Teknologi sekarang sudah masif, pasang saja IoT di situ, pasti ketahuan dia melaut dan nangkap atau tidak. Dia mau jual (kapalnya) ke transhipment, enggak masalah. Kita klaim saja pemiliknya, kamu harus bayar 100 persen. Kita bisa monitor produksinya dia," papar Trenggono.

Baca juga: KKP: Manfaat PNBP Perikanan Akan Kembali Lagi ke Nelayan

Kembali ke nelayan

Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Media dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto menambahkan, penarikan PNBP yang dilakukan sudah ada dasar hukum, yakni UU Cipta Kerja.

PNBP dikenakan karena ada sumber daya alam yang dimanfaatkan. Negara kata Doni, memiliki hak terhadap sumber daya ikan di wilayahnya.

Lagi pula, PNBP perikanan tangkap yang dikumpulkan KKP hingga kini masih sangat minim, hanya Rp 600 miliar pada tahun 2020. Capaian ini tak berbanding lurus dengan produksi dan penangkapan ikan yang mencapai hasil maksimal mencapai Rp 220 triliun.

Wajar saja kontribusi PNBP perikanan hanya 0,2 persen dari total PNBP keseluruhan. Dia pun menyatakan, PNBP yang dikenakan akan kembali kepada nelayan dan ekosistem kelautan.

"PNBP kalau dapat buat siapa? Nanti baliknya ke ekosistem perikanan tangkap juga. Untuk bangun pelabuhan, kasih ke nelayan, dan lain-lain," ucap Doni.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.