Pemerintah Targetkan Kantongi Rp 5 Triliun dari Lelang Sukuk Negara Pekan Ini

Kompas.com - 18/10/2021, 10:40 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan kembali melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (19/10/2021).

Lelang Sukuk Negara dilakukan agar pemerintah bisa mendapatkan dana segar untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.

"Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk)," tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dalam siaran persnya, seperti dikutip Kompas.com, Jakarta, Senin (18/10/2021).

Pada lelang Sukuk Negara kali ini, pemerintah mematok target indikatf Rp 5 triliun. Nilai tersebut sama dengan jumlah dana yang didapatkan pemerintah dari lelang Sukuk Negara pada 5 Oktober 2021.

DJPPR mengungkapkan ada 5 seri Sukuk Negara yang akan dilelang oleh pemerintah besok. Sukuk tersebut yaitu SPN-S 06042022 (reopening), PBS031 (reopening), PBS032 (reopening), PBS029 (reopening), dan PBS028 (reopening).

Baca juga: Jokowi Sentil BUMN Mengemis Duit APBN, Bagaimana Faktanya?

Pemerintah menawarkan imbal hasil yang beragam untuk setiap seri sukuk. imbal hasil yang ditawarkan yakni SPN-S 06042022 (diskonto), PBS031 (4 persen), PBS032 (4,87 persen), PBS029 (6,37 persen), dan PBS028 (7,75 persen).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, tanggal jatuh temponya mulai 6 April 2022 hingga 15 Oktober 2046.

Adapun lelang Sukuk Negara akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN.

Lelang bersifat terbuka dan menggunakan metode harga beragam. Semua pihak, baik investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang.

Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian harus melalui peserta lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Baca juga: 10 Negara dengan Harga Bensin Termahal di Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.