Mau Lapor Rumah dan Uang Lewat Tax Amnesty? Begini Cara Hitungnya

Kompas.com - 18/10/2021, 11:11 WIB
Ilustrasi pajak THINKSTOCKS/WAVEBREAKMEDIA LTDIlustrasi pajak

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menggelar kembali program pengampunan pajak (tax amnesty) mulai tahun 2022. Program ini diberi nama Program Pengungkapan Sukarela (PPS).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, program bakal berlangsung selama 6 bulan, mulai dari Januari-Juni 2021. Pemerintah menargetkan muncul peningkatan kepatuhan wajib pajak (WP) terhadap pajak yang harus dibayar.

"Kebijakan ini akan berlaku mulai tahun 2022, 1 Januari hingga 30 Juni 2022," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mengenal Arti Tax Amnesty dan Tujuannya

Saat ini, pemerintah masih terus menyusun target, sasaran, hingga mekanisme pelaporan. Rencananya, pelaporan tax amnesty bakal dilakukan secara online untuk meminimalisasi interaksi antara petugas pajak dan wajib pajak.

Terkait hal itu, Direktorat Jenderal Pajak tengah menyiapkan infrastruktur digital untuk proses pelaporan tax amnesty. Pun menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengingat waktunya tinggal 2,5 bulan lagi.

Wanita yang akrab disapa Ani ini menjelaskan, pemerintah sudah menentukan besaran tarif PPh final seiring dengan disahkannya UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Besaran tarif akan lebih tinggi dibanding tarif tebusan saat program pengampunan pajak sebelumnya.

"Semua rate-nya di atas yang berlaku pada tax amnesty pertama untuk bisa menunjukkan bahwa kita tetap memberikan kesempatan, namun untuk keadilan bagi yang pernah ikut tax amnesty tahun sebelumnya, tarifnya di atas tax amnesty sebelumnya," beber Sri Mulyani.

Besaran tarif tersebut tertera dalam dua kebijakan. Masing-masing kebijakan dibagi dalam 3 kategori yang tarifnya berbeda satu sama lain.

Kebijakan I untuk pengungkapan harta tahun 2015 bagi yang sudah mengikuti tax amnesty tahun 2016 dan kebijakan II untuk mengungkap harta perolehan tahun 2016-2020 untuk yang sudah mengikuti tax amnesty maupun yang belum.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.