Kompas.com - 18/10/2021, 14:02 WIB
Ilustrasi SPBU Pertamina DOK. PertaminaIlustrasi SPBU Pertamina

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) telah menindak 91 lembaga penyalur atau SPBU yang tersesar di seluruh Indonesia hingga Oktober 2021. Lantaran, SPBU tidak melakukan penyaluran solar subsidi sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Pertamina, Irto Ginting mengatakan, pihaknya berkomitmen menyalurkan solar subsidi dengan tepat sasaran sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.

Maka, jika terdapat SPBU yang terindikasi dan terbukti terjadi penyelewengan, Pertamina tidak segan memberikan sanksi tegas.

Baca juga: Permintaan BBM Merangkak Naik, Stok Pertamina Aman?

"Penindakan ini adalah bukti komitmen Pertamina untuk menjaga amanah Pemerintah dalam menyalurkan solar subsidi secara tepat sasaran," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (18/10/2021).

Ia menjelaskan, penyelewengan yang dilakukan oleh para pengelola SPBU 'nakal' itu diantaranya, pengisian solar subsidi dengan jeriken tanpa surat rekomendasi, pengisian ke kendaraan modifikasi, penyelewengan pencatatan atau administrasi, serta melayani pengisian atau transaksi di atas 200 liter.

Irto bilang, dari 91 SPBU yang ditindak oleh Pertamina telah diberikan sanksi berupa penghentian suplai atau penutupan sementara. Selain itu, ada yang diberi sanksi penagihan selisih harga jual solar subsidi sesuai harga keekonomiannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sanksi diberikan untuk memastikan penyaluran BBM subisidi berjalan dengan baik," imbuhnya.

Baca juga: Ternyata, Avtur Pertamina Sudah Rambah 47 Negara

Dia pun menghimbau masyarakat, untuk tidak segan melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan. Masyarakat dapat melaporkan indikasi penyelewengan langsung ke aparat yang berwenang atau ke Pertamina Call Center (PCC) 135.

Di sisi lain, untuk memastikan penyaluran, Pertamina juga melakukan pemantauan secara real time Informasi terkait stok dan proses melalui sistem digitalisasi di Pertamina Integrated Command Centre (PICC).

Menurut Irto, Pertamina akan terus berkoordinasi intens dengan aparat untuk menindak tegas penyimpangan penyaluran solar yang tidak sesuai dengan regulasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.