Manfaatkan Teknologi, Pembudidaya Ikan di Tulungagung Bisa Jual 35 Ton Ikan Per Bulan

Kompas.com - 18/10/2021, 19:00 WIB
 Pembudidaya Ikan Manfaatkan Teknologi Hingga Berhasil Jual 35 Ton Ikan Perbulan eFishery Pembudidaya Ikan Manfaatkan Teknologi Hingga Berhasil Jual 35 Ton Ikan Perbulan

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini penggunaan teknologi menjadi sangat krusial untuk dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis.

Salah satu yang memanfaatkan adalah di bidang akuakultur atau para pembudidaya ikan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Kabupaten ini termasyhur sebagai daerah penghasil ikan konsumsi seperti patin, lele, gurami, tombro, nila hitam, dan tawes. Tercatat ada 12.220 orang pembudidaya ikan yang menggantungkan mata pencahariannya dari ikan konsumsi di 12 kecamatan seperti Ngunut, Rejotangan, Sumbergempol, Boyolangu, Kedungwaru, Ngantru, dan Kauman.

Baca juga: Sudah Tak Relevan, KKP Mutakhirkan Harga Patokan Ikan

Meskipun tinggal di daerah berstatus Sentra Perikanan Budidaya, namun para pembudidaya ikan dari Tulungagung tidak lepas dari masalah klasik tingginya biaya produksi akibat harga pakan yang mahal.

Padahal pakan merupakan komponen utama dalam struktur budidaya perikanan. Ditambah dengan cukup seringnya ikan hasil panen tidak bisa dijual akibat fluktuasi harga yang cenderung merugikan pembudidaya.

Hal inilah yang menjadi keluhan oleh Muktasim, salah seorang pembudidaya ikan patin dari Tulungagung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kondisi sulit seperti itu, ia mengatakan, para pembudidaya tidak memiliki pilihan lain kecuali menjual ikan dengan harga yang ditentukan sepihak oleh pembeli.

Kondisi seperti itu tidak asing karena Muktasim sudah mengalaminya sejak 1996 lalu, saat dirinya pertama kali menekuni profesi sebagai pembudidaya ikan.

Namun hal tersebut berubah sejak 2019, ketika seorang temannya memperkenalkan metode budidaya ikan berbasis teknologi yang diusung eFishery.

Baca juga: Pemerintah Akan Batasi Penangkapan Ikan di Laut Pakai Sistem Kuota

“Bergabung dengan eFishery ada banyak manfaat yang saya rasakan. Terutama mereka memberikan solusi masalah pakan berupa efisiensi pakan menggunakan mesin pelontar otomatis dan pinjaman pakan, serta membantu membuka jaringan pemasaran,” ujar Muktasim saat diskusi virtual bersama Kompas.com, Senin (18/10/2021).

Sementara itu Co-founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah mengatakan, dengan memanfaatkan teknologi, ada banyak manfaatnya yang didapat pembudidaya ikan.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya akan terus berekspansi dalam memenuhi kebutuhan penggunanya

“Kami percaya dengan penerapan teknologi akan membawa dampak positif, begitupun di industri akuakultur yang menjadi fokus kami. Ketersediaan nutrisi yang terjangkau dan proses produksi pangan yang berkelanjutan bisa menjadi solusi untuk masalah ini, dan perikanan punya potensi sangat besar untuk mengambil peranan penting dalam mewujudkan hal tersebut," kata Gibran.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.