Kompas.com - 18/10/2021, 19:14 WIB
Video viral uang bercap ADS disebut ditolak saat digunakan untuk transaksi. Pihak Bank Indonesia menjelaskan selama itu uang asli masih dapat digunakan untuk transaksi. screenshootVideo viral uang bercap ADS disebut ditolak saat digunakan untuk transaksi. Pihak Bank Indonesia menjelaskan selama itu uang asli masih dapat digunakan untuk transaksi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah unggahan video mengenai uang pecahan Rp 50.000 dengan cap "ADS" ramai diperbincangkan di jagat media sosial.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @mommaadam itu menunjukkan uang pecahan Rp 50.000 dengan cap ADS yang ditolak penggunaannya untuk transaksi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan, selama uang tersebut asli, maka uang itu sebenarnya masih layak digunakan sebagai alat pembayaran sah dalam transaksi.

Baca juga: Viral soal Uang dengan Cap "ADS", BI: Kami Tidak Mengecap Uang yang Beredar

"Sepanjang uang itu asli maka merupakan alat bayar yang sah di Indonesia," kata dia, kepada Kompas.com, Senin (18/10/2021).

Lebih lanjut Junanto mengingatkan, masyarakat dapat melakukan penukaran uang asli yang sudah rusak atau tidak layak edar ke bank sentral sesuai dengan ketentuan berlaku.

"Masyarakat juga bisa menukarkan uang yang rusak, lusuh, tidak layak edar karena ada coretan atau cap, ke Bank Indonesia. Apabila uangnya asli, nanti akan dicek juga, maka dapat ditukarkan," tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun syarat uang yang dapat ditukarkan di BI ialah, ciri-ciri keaslian uang tersebut masih bisa dikenali.

Selain itu, uang yang ingin ditukarkan juga harus masih berlaku, atau apabila sudah dicabut maka masih berlaku masa penukarannya.

Baca juga: Jangan Sampai Tertipu, Ini Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu

"Imbauan kepada masyarakat, untuk menjaga rupiah. Mari cintai, bangga, paham terhadap uang rupiah kita. Dirawat, tidak dicoret-coret, tidak dilipat-lipat, tidak distaples," ucap Junanto.

Sebagai informasi, BI telah kembali membuka layanan uang rupiah untuk masyarakat, mulai 8 Oktober lalu. Layanan ini berlaku di kantor pusat dan 42 kantor perwakilan bank sentral di seluruh Indonesia.

Layanan penukaran uang rusak dan penggantian uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran, dibuka setiap hari Kamis, pukul 08.00 – 11.30 WIB/WITA/WIT.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.