Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transaksi QRIS Bank Syariah Indonesia Tumbuh 447 Persen

Kompas.com - 19/10/2021, 16:59 WIB
Yoga Sukmana

Editor

Sumber

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus berperan aktif mendorong inklusi keuangan melalui digitalisasi. Salah satunya melalui penggunaan teknologi QR Code Indonesia Standard (QRIS).

Group Head Digital Banking Business & Islamic Ecosystem, Wijayanto, menjelaskan pengguna BSI Mobile dapat dengan mudah melakukan transaksi non-tunai menggunakan QRIS BSI, baik untuk transaksi belanja maupun bersedekah.

Layanan QRIS BSI untuk sedekah merupakan bentuk dukungan BSI dalam mendigitalisasi keuangan masjid. Saat ini, ada sekitar 32.000 merchant yang menerima transaksi menggunakan QRIS BSI. Jumlah itu meningkat 60 persen dari jumlah merchant pada 2020 lalu.

"Dari total itu, 70 persen merupakan merchant bisnis dan 30 persen adalah merchant donasi seperti layanan sedekah masjid," ungkap Wijayanto, dalam keterangan resmi, Selasa (19/10).

Baca juga: Pendapatan Bukalapak Pada Kuartal II 2021 Tumbuh 37 Persen

Dari sisi jumlah transaksi, QRIS BSI mencatatkan peningkatan signifikan QRIS di bulan September 2021 sebesar 447 persen dibandingkan jumlah transaksi pada September 2020.

Jumlah transaksi QRIS BSI yang berasal dari masjid dan donasi juga melesat hingga 430 persen dibandingkan jumlah transaksi pada September 2020.

Volume transaksi QRIS BSI juga melonjak 500 persen dibandingkan volume transaksi pada September 2020. Volume transaksi QRIS BSI yang berasal dari masjid dan donasi juga naik 447% dibandingkan volume transaksi pada September 2020.

Wijayanto menambahkan bahwa peningkatan jumlah dan volume transaksi QRIS BSI dari masjid dan donasi tak lepas dari kolaborasi BSI dengan berbagai pihak, di antaranya Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta. BSI berkerja sama dengan DMI Jakarta sejak Juni 2021 lalu.

Baca juga: MTI: Proyek Kereta Cepat Krusial bagi Sektor Transportasi Publik

Ada sekitar 5.000 masjid di Jakarta dan sekitar 1.900 masjid di antaranya siap dibukakan rekening dan QRIS BSI dalam waktu dekat ini.

"Melalui QRIS BSI, masjid-masjid Insyaa Allah lebih mudah menerima pembayaran zakat, sedekah, infak, dan wakaf (ziswaf). Terlebih di masa pandemi seperti saat ini," katanya.

Kemudahan yang sama juga dapat dirasakan nasabah. Nasabah dapat dengan mudah menyalurkan ziswaf secara non-tunai menggunakan fitur QRIS BSI di aplikasi BSI Mobile. Apalagi, BSI Mobile menyuguhkan berbagai program menarik, salah satunya Hujan Rezeki.

QRIS diluncurkan Bank Indonesia pada pertengahan 2019 lalu. QRIS dihadirkan untuk memudahkan merchat maupun konsumen melakukan transaksi non-tunai karena satu QR code milik merchant dapat dipindai menggunakan berbagai aplikasi pembayaran berbasis QR code seperi QRIS BSI. (Reporter: Ferrika Sari | Editor: Noverius Laoli)

Baca juga: 3 Tips Mencari Partner Bisnis yang Tepat

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Hingga September 2021, transaksi QRIS Bank Syariah Indonesia tumbuh 447%

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Whats New
'Startup' Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

"Startup" Chickin Siap Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

Whats New
Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Politisi Gerindra Siti Nurizka Jadi Komut Pusri, Dirut Pupuk Indonesia: Itu Pasti yang Terbaik

Whats New
4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

4 Tips Atur Keuangan untuk Beli Hewan Kurban

Spend Smart
Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Permintaan Naik, Industri Gas RI Diprediksi Bakal Makin Bergantung pada LNG

Whats New
Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Alih-alih Bangun LRT Bali Senilai Rp 14,19 Triliun, Pengamat Sarankan Ini untuk Atasi Kemacetan di Bali

Whats New
Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Rehabilitasi DAS Area Tambang: Tambah Luasan Hijau dan Ekonomi Sirkular Bernilai Miliaran

Whats New
Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Kisah Sukses Bisnis Elizabeth Bertahan Lebih dari 60 Tahun, Awalnya Bermodal Rp 10.000

Smartpreneur
Masih Belum Terima Gaji ke-13? Ini Data Teranyar Penyalurannya

Masih Belum Terima Gaji ke-13? Ini Data Teranyar Penyalurannya

Whats New
OJK: Kredit Kendaraan Listrik Tembus Rp 4,39 Triliun per April 2024

OJK: Kredit Kendaraan Listrik Tembus Rp 4,39 Triliun per April 2024

Whats New
OJK: Industri Fintech Lending Mulai Cetak Laba

OJK: Industri Fintech Lending Mulai Cetak Laba

Whats New
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan agar Klaim Asuransi Tak Ditolak

Spend Smart
OJK Belum Beri Sinyal Positif Soal Pencabutan Moratorium Izin 'Fintech Lending'

OJK Belum Beri Sinyal Positif Soal Pencabutan Moratorium Izin "Fintech Lending"

Whats New
Ini Penyebab Pemanfaatan Panas Bumi Belum Jadi Prioritas dalam Kebijakan Transisi Energi di RI

Ini Penyebab Pemanfaatan Panas Bumi Belum Jadi Prioritas dalam Kebijakan Transisi Energi di RI

Whats New
Kunjungi China, Luhut Tawarkan Proyek Baterai hingga Durian

Kunjungi China, Luhut Tawarkan Proyek Baterai hingga Durian

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com