Hingga Kuartal III-2021, Realisasi Lifting Migas Masih di Bawah Target APBN

Kompas.com - 19/10/2021, 20:19 WIB
Kepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKepala SKK Migas yang juga Dwi Soetjipto  usai membuka Joint Convention Yogyakarta 2019 di Hotel Tentrem, Kota Yogyakarta, Selasa (26/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi lifting minyak dan gas (migas) bumi hingga kuartal III-2021 masih di bawah target.

Realisasi lifting migas sepanjang Januari-September 2021 sebanyak 1,64 juta barel setara minyak per hari (mboepd) atau hanya mencapai 96 persen dari target APBN tahun ini yang sebesar 1,71 mboepd.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan, secara rinci realisasi lifting minyak bumi sebesar 661.000 minyak per hari (bopd), masih di bawah target APBN yang sebesar 705.000 bopd.

Baca juga: Ini Target Lifting Migas pada 2022

Sementara lifting gas bumi tercatat sebesar 5.481 juta standar kubik per hari (mmscfd), berada di bawah target APBN yang ditetapkan sebesar 5.638 mmscfd.

"Sehingga lifting minyak yang tercapai 93,8 persen dari target dan lifting gas mencapai 97,2 persen dari target," ujar Dwi dalam konferensi pers virtual, Selasa (19/10/2021).

Ia mengatakan, realisasi lifting minyak yang tak mencapai target dikarenakan posisi realisasi di akhir Desember 2020 memang sudah rendah akibat pandemi (low entry point), sehingga menyebabkan minus 20.000 bopd.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, dipengaruhi unplanned shutdown yang menyebabkan berkurangnya produksi sebanyak 7.700 bopd. Serta, banyak kegiatan pengeboran yang mundur dan delay field onstrem sehingga membuat pengurangan 20.000 bopd.

Namun, berbagai upaya optimasi yang dilakukan berhasil menambah produksi minyak sebanyak 7.400 bopd.

"Sehingga diharapkan di akhir tahun lifting minyak bisa mencapai 665.000 bopd atau 94 persen dari target yang ditetapkan," katanya.

Baca juga: Menteri ESDM Beberkan Upaya Capai Target Lifting 1 Juta Barel Minyak per Hari pada 2030

Sementara itu, rendahnya capaian lifting gas disebabkan kinerja produksi beberapa lapangan tidak sesuai prognosis. Adanya low entry point, kejadian unplanned shutdown, serta tertundanya pengeboran dan lapangan beroperasi.

"Tapi kita upayakan optimasi operasi dan penyerapan, sehingg diharapkan di akhir tahun lifting gas bisa mencapai 5.529 mmscfd atau 98 persen dari target," pungkas Dwi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.