IHSG Melemah pada Sesi I Perdagangan, Asing Lepas ASII, BBCA, dan BUKA

Kompas.com - 21/10/2021, 12:48 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada Kamis (21/10/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda di pasar spot yang melemah.

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada posisi 6.652,07 atau turun 3,92 poin (0,06 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.655,99.

Sementara itu, terdapat 215 saham yang hijau, 293 saham merah dan 151 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi siang ini mencapai Rp 11,3 triliun dengan volume 20 miliar saham.

Baca juga: IHSG Melaju di Zona Hijau Pagi Ini, Rupiah Melemah

Siang ini, Astra International (ASII) catatkan aksi jual bersih tertinggi sebesar Rp 131,5 miliar. Saham ASII turun 2,36 persen di level Rp 6.200 per saham. Adapun volume perdagangan ASII mencapai 70,7 juta saham dengan total transaksi Rp 438,2 miliar.

Net sell asing tertinggi juga dicatatkan oleh Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp 112,2 miliar. BBCA siang ini turun ke level Rp 7.400 per saham atau melemah 1,3 persen. BBCA mecatatkan total transaksi Rp 401,5 miliar dengan volume 54,1 juta saham.

Menyusul saham Bukalapak (BUKA) yang juga catatkan aksi jual bersih tertinggi selanjutnya, sebesar Rp 40,2 miliar. BUKA siang ini stagnan di level 690 per saham. Total transaksi BUKA siang ini mencapai Rp 118,6 miliar dengan volume 174 juta saham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aksi beli bersih tertinggi siang ini antara lain Telkom Indonesia (TLKM) dan Bank Mandiri (BMRI) masing-masing sebesar Rp 150 miliar dan Rp 66,9 miliar. TLKM siang ini melesat 3,2 persen di level Rp 3.860 per saham, dan BMRI menguat 0,35 persen di level Rp 7.225 per saham.

Baca juga: Menakar Prospek Harga Saham BBCA Hingga Akhir Tahun

Losers siang ini antara lain, Indika Energy (INDY) yang ambles 6,9 persen di level Rp 2.140 per saham, Adaro Energy (ADRO) juga teperosok 5,3 persen di level Rp 1.755 per saham, dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) di level Rp 24.150 per saham atau melemah 5,01 persen.

Gainers siang ini antara lain, Bank Bumi Arta (BNBA) yang meroket 7,12 persen di level Rp 1.655 per saham, Bank Neo Commerce (BBYB) juga melesat 6,4 persen di level Rp 1.410 per saham, kemudian Bank Negara Indonesia (BBNI) yang menguat 1,7 persen di level Rp 7.350 per saham.

Bursa Asia siang ini mayoritas merah dengan penurunan Nikkei 1,6 persen, Hang Seng Hong Kong 1 persen, dan Strait Times Singapura 0,07 persen. Sementara itu, indeks Shanghai Komposit menguat 0,19 persen.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah pada tengah siang ini bergerak melemah. Pukul 11.52 WIB mata uang garuda berada di level Rp 14.136 per dollar AS atau turun 60 poin (0,42 persen) dibanding sebelumnya Rp 14.076 per dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.