Kompas.com - 21/10/2021, 17:02 WIB
Ilustrasi emas ShuterstockIlustrasi emas
Penulis Mutia Fauzia
|

Hal ini berbeda dengan perak yang memiliki reaksi terhadap sulfur atau besi yang bisa berkarat atau mengalami oksidasi.

Sehingga bisa dikatakan, bentuk emas tidak akan berubah atau tetap sama hingga baribu tahun lamanya.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan emas disebut logam mulia.

Hasil konstruksi sosial atau alasan psikologis

Nilai emas sebagai logam yang dianggap mulia juga bisa disebut sebagai sebuah konstruksi sosial.

Bila melihat sejarah panjang emas, bisa dikatakan nilai emas bermula dari penggunaan emas sebagai perhiasan. Hal ini dikarenakan emas yang memiliki warna berbeda bila dibandingkan dengan jenis logam lain yang umumnya berwarna perak atau silver.

Hal ini lah yang membentuk atau mengonstruksi emas sebagai jenis logam yang dianggap berharga.

Di masa kini, orang bisa menukar emas dengan uang, sehingga ia memiliki nilai. Di sisi lain emas juga memberikan efek yang misterius bagi manusia, yakni memberi perasaan nyaman, senang, dan bahagia.

Emas kerap kali juga digunakan sebagai simbol kesejahteraan atau kekayaan. Nilai psikologis emas inilah yang menjadi alasan lain emas disebut logam mulia.

Emas Bukan Satu-satunya Logam Mulia

Emas memang dahulu digunakan sebagai mata uang, namun emas bukan satu-satunya logam mulia.

Terdapat jenis logam mulia bernilai tinggi lain, yakni platinum atau paladium. Sama halnya dengan emas, keduanya tak beraksi terhadap unsur kimia lain. Namun demikian, keduanya terlalu langka dan terlalu sulit untuk dibentuk menjadi koin yang bisa disirkulasikan sebagai mata uang.

Untuk bisa menjadi instrumen mata uang, unsur kelangkaan memang diperlukan, namun harus tersedia dalam jumlah yang cukup sehingga bisa dinilai dengan harga yang masuk akal dan bisa diedarkan di pasar.

Meski tak lagi digunakan sebagai mata uang, penggunaan emas sebagai alat tukar dipercaya bisa kembali terjadi bila terjadi bencana yang menyebabkan penggunaan uang kertas tak memungkinkan untuk dilakukan.

Baca juga: Investasi Adalah: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Manfaatnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.