Kompas.com - 22/10/2021, 18:40 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota (AB) Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo mengungkapkan, bisnis sekuritas saat ini masih menarik, seiring dengan kenaikan jumlah investor.

Namun tentunya, bisnis sekuritas butuh modal yang tidak kecil, utamanya dalam pengembangan sistem online trading.

“Bisnis sekuritas masih menarik tapi membutuhkan komitmen dan permodalan yang tidak sedikit karena otomasi dan kebutuhan akan online bisnis,” kata Laksono kepada wartawan, Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Borong 3,5 Miliar Saham Trimegah Sekuritas, Boy Thohir Bakal Jadi Pengendali TRIM

Sebagai informasi, belum lama ini PT Batavia Prosperindo Sekuritas dengan kode broker BZ berencana mengembalikan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) kepada BEI. Dengan begitu, BZ otomatis tidak lagi memiliki izin menggelar perdagangan efek.

Pun demikian dengan PT Kresna Sekuritas, PT Merrill Lynch Sekuritas Indonesia (MLSI), perusahaan sekuritas asal Jerman PT Deutsche Sekuritas Indonesia, serta sekuritas asal Jepang PT Nomura Sekuritas Indonesia yang juga angkat kaki sebagai penyelenggara perdagangan efek.

Menurut Laksono, pengembangan teknologi dalam mendukung kemudahan trading adalah hal yang tidak bisa diabaikan. Pengembangan teknologi ini juga meningkatkan kompetisi antar sekuritas untuk memudahkan transaksi nasabahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kompetisi semakin meningkat dengan adanya pengembangan teknologi yang semakin dominan,” jelas Laksono.

Laksono mengungkapkan, jumlah investor dan sekuritas tentunya akan terus mengalami perubahan, sesuai dengan kebutuhan pasar dan kebutuhan teknologi. Oleh karena itu, pihaknya terus memberikan sosialisasi dan edukasi dalam bentuk subsidi dan bantuan dalam menjalankan bisnis sekuritas.

“Salah satu strategi BEI adalah memberikan bantuan baik dalam hal menyelenggarakan sosialisasi dan edukasi kepada para investors dan stakeholders pasar modal, serta dalam bentuk subsidi dan bantuan lainnya kepada para perusahaan sekuritas,” ujar dia.

Saat ini juga sudah ada sekuritas di daerah atau yang disebut dengan Perusahaan Efek Daerah/PED untuk memfasilitasi nasabah di daerah. Adapun sekuritas daerah pertama yang terdaftar di BEI saat ini yaitu Bank Jabar Sekuritas dengan kode broker JB.

Baca juga: Batavia Sekuritas Tutup Bisnis Broker, Ini Kata BEI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.