KOLOM BIZ
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan OCTA
Mengenal Trading Forex dan Risikonya
forex, trading forex, risiko forex, kolombiz
Tak ada investasi tanpa risiko. Begitu juga dengan forex. Kenali lebih jauh mengenai trading forex dan risikonya sebelum memulai.

Kapan Harga Murah dan Mahal Saat Trading Forex?

Kompas.com - 25/10/2021, 08:55 WIB
Ryan Filbert
Penulis:
Ryan Filbert
Ryan Filbert adalah penulis 20 judul buku Investasi best seller nasional Brand Ambassador Octa Investama Berjangka - Octa.id    

PADA artikel sebelumnya, kita telah mempelajari kesalahan orang dalam trading foreign exchange (forex). Kesalahan-kesalahan ini saya temui selama belajar dan mengedukasi masyarakat Indonesia.

Kesalahan pertama, trader pemula tidak memahami cara pasar forex bekerja, apalagi menghitungnya. Kedua, mereka mencari strategi yang selalu untung. Ketiga, mereka selalu memikirkan keberhasilan dan menyangkal kegagalan.

Tanpa mengetahui cara pasar forex bekerja, kita tidak bisa menilai kapan suatu kondisi disebut murah dan mahal. Pemahaman lainnya pun tak berguna saat trading.

Kenapa demikian? Sebab, kita tidak akan pernah melakukan aksi beli dan jual. Lantas, bagaimana bisa mendapatkan keuntungan?

Ilustrasi memilih instrumen investasi.Dok. Octa Investama Berjangka Ilustrasi memilih instrumen investasi.

Forex sendiri merupakan pasar yang unik. Alasan pertama, pasar forex terbuka selama 24 jam dalam satu hari. Kita pun bisa bertransaksi mulai dari Senin hingga Jumat. Hal ini berbeda dengan pasar saham yang hanya buka mulai pukul 09.00 sampai 16.00.

Kedua, kita bisa melakukan aksi beli dan jual kemudian serta jual dulu baru beli kemudian. Ini berarti, kita bisa bertransaksi di pasar forex tanpa memiliki barangnya. Menarik, bukan?

Sebelum berbicara soal strategi, mari kita batasi pembahasan artikel ini pada harga murah dan mahal pada trading forex.

Sebenarnya, ada banyak cara menilai harga murah dan mahal. Perlu digarisbawahi, kita akan mendapatkan harga termahal dan termurah berbeda-beda, tergantung satuan waktu yang kita gunakan.

Ambil contoh saja harga nilai tukar euro terhadap dollar Amerika Serikat (EUR/USD). Dalam satu bulan, kita akan menemukan harga terendah dan tertingginya sebagai berikut.

Grafik pergerakan nilai mata uang EUR/USD pada periode satu bulan, mulai dari 1 Juni-1 Juli 2021 pada broker Octa Investama Berjangka. Harga tertinggi dan terendah ditunjukkan dengan garis merah. Dok. Octa Investama Berjangka Grafik pergerakan nilai mata uang EUR/USD pada periode satu bulan, mulai dari 1 Juni-1 Juli 2021 pada broker Octa Investama Berjangka. Harga tertinggi dan terendah ditunjukkan dengan garis merah.

Namun, bila melihat pergerakan nilai tukar EUR/USD selama tiga bulan, kita akan menemukan harga terendah dan tertinggi yang berbeda dibandingkan periode satu bulanan. Simak grafik berikut.

Grafik pergerakan nilai mata uang EUR/USD pada periode tiga bulan, mulai dari 1 April-1 Juli 2021 pada broker Octa Investama Berjangka. Harga tertinggi dan terendah ditunjukkan dengan garis merah. Dok. Octa Investama Berjangka Grafik pergerakan nilai mata uang EUR/USD pada periode tiga bulan, mulai dari 1 April-1 Juli 2021 pada broker Octa Investama Berjangka. Harga tertinggi dan terendah ditunjukkan dengan garis merah.

Secara sederhana, garis harga-harga terendah pada grafik di atas merupakan area beli, sedangkan garis harga-harga tertinggi adalah area jual. Hal ini dapat dijadikan rumusan awal bagi Anda yang mau memulai trading forex.

Dengan melihat dua grafik tersebut, Anda mungkin akan kebingungan dalam menentukan harga terendah dan tertinggi. Apakah harus berdasarkan grafik perubahan harga periode satu bulan atau tiga bulan?

Ilustrasi analisis teknikal forex. Dok. Octa Investama Berjangka Ilustrasi analisis teknikal forex.

Bila hal itu ditanyakan, jawaban subyektif dari seorang trader atau pelaku pasar akan muncul. Saya, misalnya, akan menjawab, “Berapa lama Anda ingin berada di pasar? Bila satu bulan, minimal periode grafik nilai tukar yang Anda baca adalah satu bulan ke belakang. Bila tiga bulan, grafik yang dibaca adalah 3 bulan ke belakang."

Hal tersebut juga berlaku bila Anda ingin berada di pasar selama satu jam saja. Jika demikian, Anda harus membaca grafik nilai tukar pada periode satu jam ke belakang. Akan sia-sia atau tidak ada gunanya bila Anda menentukan titik harga tertinggi dan terendah menggunakan grafik nilai tukar harian.

Contoh grafik nilai tukar untuk satu jam bisa dilihat pada gambar berikut.

Harga yang ditampilkan pada grafik di atas merupakan nilai tukar EUR/USD untuk satu jam. Jadi, dalam satu candle, menggambarkan satu jam. Dok. Octa Investama Berjangka Harga yang ditampilkan pada grafik di atas merupakan nilai tukar EUR/USD untuk satu jam. Jadi, dalam satu candle, menggambarkan satu jam.

Untuk diketahui, tiga grafik yang ditampilkan tadi menggunakan bentuk lilin atau candlestick. Penjelasan bagian candlestick bisa dilihat pada gambar berikut.

Bagan penjelasan candlestick. Dok. Octa Investama Berjangka Bagan penjelasan candlestick.

Jika Anda ingin berada di pasar selama satu jam, grafik dengan candlestick yang mewakili satu jam tidak akan bisa digunakan untuk menentukan tertinggi dan terendah bukan?

Penjelasannya begini. Grafik satu bulan terdiri dari 20 candlestick harian. Jumlah candlestick tersebut sudah cukup untuk menentukan harga tertinggi dan terendah dalam periode satu bulan ke belakang.

Dengan asumsi yang sama, bila ingin berada di pasar hanya satu jam, Anda pun membutuhkan setidaknya 20 candlestick. Karena itu, Anda membutuhkan grafik dengan candlestick yang menggambarkan nilai tukar EUR/USD selama tiga menitan.

Karena keterbatasan pengolahan data tiga menitan, saya menggunakan data satu menitan. Dengan demikian, saya mendapatkan 60 candlestick untuk grafik satu jam ke belakang. Grafiknya bisa dilihat pada gambar berikut.

Gambar grafik di atas adalah gambar pergerakan harga satu menitan untuk EUR/USD pada Jumat (2/7/2021). Dok. Octa Investama Berjangka Gambar grafik di atas adalah gambar pergerakan harga satu menitan untuk EUR/USD pada Jumat (2/7/2021).

Agar bisa menganalisis grafik perubahan nilai EUR/USD secara teknikal, saya secara subyektif biasanya menggunakan prinsip 1:3. Jika saya ingin trading selama satu jam, data yang harus saya analisis adalah tiga kali dari periode waktu saya berada di pasar. Ini berarti, saya menganalisis harga titik terendah dan tertinggi dalam grafik tiga jam ke belakang. Contohnya bisa dilihat pada grafik di bawah.

Grafik menampilkan data satu jam dengan satu candlestick mewakili harga satu menit. Harga tertinggi dan terendah ditentukan tiap 20 candlestick dengan garis horizontal. Dok. Octa Investama Berjangka Grafik menampilkan data satu jam dengan satu candlestick mewakili harga satu menit. Harga tertinggi dan terendah ditentukan tiap 20 candlestick dengan garis horizontal.

Dengan menarik garis horizontal seperti gambar di atas, Anda bisa mendapati garis-garis acuan harga tertinggi dan terendah. Lalu, kita sepakati bahwa garis di atas harga saat ini merupakan harga mahalnya, sedangkan garis di bawah harga saat ini adalah harga murahnya.

Dalam bahasa analisis teknikal, garis di bawah harga saat ini adalah support, sedangkan garis di atas harga saat ini disebut resistance.

Itulah cara yang bisa saya bagikan untuk menentukan kapan harga disebut murah dan mahal. Semoga bermanfaat!

Catatan: Trading CFD dengan leverage mungkin dapat membawa keuntungan tinggi, tetapi juga dapat menyebabkan Anda kehilangan dana. Mohon pertimbangkan risikonya sebelum berinvestasi.


Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangun Infrastruktur Dasar IKN, Kementerian PUPR dapat Anggaran Rp 20,8 Triliun di 2023

Bangun Infrastruktur Dasar IKN, Kementerian PUPR dapat Anggaran Rp 20,8 Triliun di 2023

Whats New
Respons Pernyataan Ketua MPR, Sri Mulyani: Rasio Utang RI Sudah Turun Tajam

Respons Pernyataan Ketua MPR, Sri Mulyani: Rasio Utang RI Sudah Turun Tajam

Whats New
Jika Harga BBM Naik, Sri Mulyani: Penyaluran Bansos Mengikuti Desain Sebelumnya

Jika Harga BBM Naik, Sri Mulyani: Penyaluran Bansos Mengikuti Desain Sebelumnya

Whats New
Ketua DPR Sebut Belum Ada Usulan Kenaikan Harga BBM dari Pemerintah

Ketua DPR Sebut Belum Ada Usulan Kenaikan Harga BBM dari Pemerintah

Whats New
Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Ekstrem 0 Persen pada 2024

Pemerintah Targetkan Angka Kemiskinan Ekstrem 0 Persen pada 2024

Whats New
Menkop: Harga Minyak Makan Merah Bisa Lebih Murah dari Minyak Goreng

Menkop: Harga Minyak Makan Merah Bisa Lebih Murah dari Minyak Goreng

Whats New
Menko Perekonomian: Tantangan Hiperinflasi Rasanya Dapat Kita Tangani

Menko Perekonomian: Tantangan Hiperinflasi Rasanya Dapat Kita Tangani

Whats New
Belanja Negara Tahun 2023 Capai Rp 993,2 Triliun, Untuk Apa Saja?

Belanja Negara Tahun 2023 Capai Rp 993,2 Triliun, Untuk Apa Saja?

Whats New
Cintai Produk Lokal UMKM, Blibli Luncurkan Kampanye Maju Tak Gentar Mendukung #PejuangLokal

Cintai Produk Lokal UMKM, Blibli Luncurkan Kampanye Maju Tak Gentar Mendukung #PejuangLokal

Rilis
Anggaran Infrastruktur 2023 Naik Jadi Rp 392 triliun

Anggaran Infrastruktur 2023 Naik Jadi Rp 392 triliun

Whats New
Anggaran Subsidi Energi Turun Tajam pada 2023, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Anggaran Subsidi Energi Turun Tajam pada 2023, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Whats New
BCA Raih 60 Penghargaan di Global Contact Center World Awards Asia Pacific

BCA Raih 60 Penghargaan di Global Contact Center World Awards Asia Pacific

Whats New
Defisit APBN 2023 Hanya 2,85 Persen, Jokowi Janji Kelola Utang secara Hati-hati

Defisit APBN 2023 Hanya 2,85 Persen, Jokowi Janji Kelola Utang secara Hati-hati

Whats New
Pasar Masih Khawatir, Nilai Tukar Rupiah Kembali Ditutup Melemah

Pasar Masih Khawatir, Nilai Tukar Rupiah Kembali Ditutup Melemah

Whats New
Tips Branding Usaha Kecil

Tips Branding Usaha Kecil

Smartpreneur
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.