Tumbuh 8 Persen, Uang Beredar Capai Rp 7.287 Triliun pada September 2021

Kompas.com - 25/10/2021, 10:54 WIB
Ilustrasi uang rupiah dalam jumlah tak banyak. SHUTTERSTOCK/ACEP SAPRUDINIlustrasi uang rupiah dalam jumlah tak banyak.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2021 kembali mengalami pertumbuhan, didorong oleh tumbuhnya penyaluran kredit.

Adapun posisi M2 pada September 2021 sebesar Rp 7.287,3 triliun atau tumbuh 8 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,9 persen yoy.

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, pertumbuhan tersebut selaras dengan pertumbuhan komponen uang beredar sempit (M1) sebesar 11,2 persen yoy dan uang kuasi 4,5 persen yoy.

Sebagai informasi, M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan uang giral (giro berdenominasi rupiah).

Baca juga: Program Kartu Prakerja Berhasil Tekan Pengangguran?

Sementara M2 meliputi M1, uang kuasi (mencakup tabungan, simpanan berjangka dalam rupiah dan valas, serta giro dalam valuta asing), dan surat berharga yang diterbitkan oleh sistem moneter yang dimiliki sektor swasta domestik dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun.

"Pertumbuhan M2 pada September 2021 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit. Penyaluran kredit tercatat tumbuh 2 persen yoy, meningkat dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya sebesar 1 persen yoy," tutur Erwin dalam keterangannya, Senin (25/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain Erwin menambahkan, melambatnya pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah pusat dan aktiva luar negeri bersih menahan peningkatan pertumbuhan uang beredar yang lebih tinggi.

Tercatat tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 16,1 persen yoy, melambat dari bulan sebelumnya 21,1 persen yoy.

"Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh 5 persen yoy, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada Agustus 2021 yang mencapai 6 persen yoy," ucap Erwin.

Baca juga: Pemerintah Lelang SUN Besok, Ini Tingkat Kuponnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.