Optimistis, Sri Mulyani Pasang Target Ekonomi Indonesia 2021 Capai 4 Persen

Kompas.com - 25/10/2021, 12:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memasang target pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 mencapai 4,3 persen.

Membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021 membuat pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 diproyeksi 4,0 persen.

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi di kisaran 3,7 persen - 4,5 persen sepanjang tahun ini.

Baca juga: Ekonomi China Tumbuh Melambat di Kuartal III-2021

"Outlook dari pertumbuhan ekonomi kuartal III membaik yaitu 4,3 persen. Untuk keseluruhan tahun kita perkirakan growth 4,0 persen," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (25/10/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, optimisme membaiknya pertumbuhan ekonomi kuartal III ditopang oleh sejumlah leading indicators yang membaik setelah dihantam varian Delta Covid-19.

Memang, pertumbuhannya tidak lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang mampu mencapai 7,07 persen. Namun kata dia, pencapaian ini sudah lebih mengingat kuartal III 2021 Indonesia sempat menghadapi varian Delta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Koreksinya kita lihat tidak akan terlalu dalam, artinya masih bertahan di 4,3 persen," ujar Sri Mulyani.

Beberapa leading indicators yang membaik, antara lain indeks keyakinan konsumsi, indeks penjualan ritel, indikator belanja, aktivitas investasi, aktivitas ekspor impor, dan realisasi pembelian kendaraan niaga.

Tercatat, penjualan kendaraan niaga yang sempat mengalami kenaikan hingga 9 kali lipat, masih terus bertahan. Meski pertumbuhan ini tidak setinggi pemulihan (rebound) awal, penjualan kendaraan masih tumbuh 60 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kemudian, surplus neraca perdagangan berlanjut di bulan September 2021 dengan perolehan 4,37 miliar dollar AS. Hal ini membuat Indonesia sudah mengalami surplus neraca perdagangan 16 bulan berturut-turut sejak bulan Mei 2020.

"Nanti kinerja untuk kuartal IV tetap akan berpotensi rebound namun mungkin lebih normal. Dan rebalancing kegiatan ekon seperti di china, AS, dan Eropa, akan mempengaruhi outlook di kuartal IV dan tahun depan," pungkas Sri Mulyani.

Baca juga: Bos BI: Semoga di Triwulan III Ini Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5 Persen...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.