Dana Pemda Masih Menumpuk di Bank, Totalnya Capai Rp 194,2 Triliun

Kompas.com - 26/10/2021, 08:01 WIB
Ilustrasi rupiah Shutterstock/PramataIlustrasi rupiah
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali melihat adanya lonjakan dana pemerintah daerah (Pemda) di perbankan sepanjang bulan September 2021.

Bendahara negara ini mengungkapkan, total dana Pemda di bank yang belum disalurkan untuk pembangunan dan bantuan warga selama pandemi Covid-19 mencapai Rp 194,12 triliun.

Rendahnya tingkat penyerapan belanja modal di daerah turut berkontribusi terhadap kenaikan dana Pemda di bank. Tercatat belanja modal Pemda saat ini baru 26 persen, sehingga realisasi anggaran akan optimal mengikuti penyelesaian pekerjaan hingga Desember 2021

"Dana Pemda ini kita lihat, depositonya atau tabungan atau dana ditempatkan perbankan mencapai 194,12 triliun. Ini melonjak lagi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (25/10/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menjelaskan, simpanan dana pemda itu naik Rp 15,16 triliun atau 8,47 persen dari posisi Agustus 2021. Bahkan, simpanan dana ini lebih tinggi dibanding bulan Juni, yang kala itu tembus Rp 190 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani Tahan Penyaluran Dana untuk 90 Pemda, Ini Penyebabnya

"Dua bulan sebelumnya, Juli-Agustus sudah menurun Rp 173 triliun atau Rp 178 triliun. Sekarang naik lagi di Rp 194,2 triliun," beber Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sri Mulyani merinci, masih terdapat pula daerah dengan nilai dana di bank yang melebihi kebutuhan biaya operasional 3 bulan ke depan. Selisih tertinggi adalah di Jawa Timur Rp 11,80 triliun, dan selisih terendah di Lampung Rp 968,45 miliar.

Namun kata dia, simpanan Pemda di bank sudah jauh lebih baik dibanding 2 tahun sebelumnya. Pada tahun 2020 lalu, simpanan sempat melonjak Rp 239 triliun dan tahun 2019 mencapai Rp 245 triliun.

Di tahun 2019, jumlah simpanan Pemda hingga akhir tahun masih sekitar 100 triliun.

"Ini merupakan suatu hal yang terus kami observasi untuk perbaiki sisi cashflow baik di pusat dan daerah. Ini yang tetap jadi persoalan dari sisi jumlah simpanan," pungkas Sri Mulyani.

Baca juga: Belum Ada Penerbangan Internasional ke Bali, Begini Kata Sandiaga Uno

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.