Upaya Pemerintah Cegah Lonjakan Covid-19 di Tengah Relaksasi PPKM dan Longgarnya Prokes

Kompas.com - 26/10/2021, 10:13 WIB
Ilustrasi Covid-19 Ilustrasi Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah pemerintah untuk mengatasi sekaligus mencegah penyebaran wabah virus corona kerap mendapat apresiasi. Sayangnya, apresiasi tersebut justru didapatkan dari negara luar ketimbang negara sendiri.

Meski begitu, pemerintah tak ambil pusing dan tetap kekeuh menerapkan pembatasan mobilitas masyarakat atau santer disebut PPKM.

Pembatasan aktivitas masyarakat yang dimulai sejak 3 Juli 2021 ini, dengan kemunculan virus varian Delta sampai sekarang diklaim mulai ada penurunan kasus.

Baca juga: Aturan Terbaru PPKM, Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Tak Lagi Bisa Pakai Antigen

Mulai dari PPKM darurat saat kasus Covid-19 mencapai puncaknya, kini berubah menjadi PPKM berlevel untuk mengetahui daerah mana saja yang mulai bisa menekan angka penyebaran.

Pemerintah terus mengevaluasi PPKM tersebut sebagai patokan agar tidak terjadi kembali lonjakan kasus Covid-19 seperti pada 15 Juli 2021.

Saat itu, kasus konfirmasi Covid-19 secara nasional tembus ke angka 50.000. PPKM tak mungkin diberlakukan jika tak ada pemicunya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak sedikit masyarakat yang enggan menerapkan protokol kesehatan, padahal pemerintah berulang-ulang mengingatkan untuk selalu 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

PPKM periode ini, pemerintah kembali mengevaluasi. Terdapat sejumlah tempat yang diketahui mulai melanggar aturan PPKM disertai tanpa penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Luhut: Ada Klub Malam, Tempat Wisata, hingga Restoran Tak Terapkan Protokol Kesehatan Saat PPKM

Maka tak heran, pemerintah mulai perlahan memperketat supaya tidak terjadi lagi gelombang lanjutan Covid-19.

Terutama pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nantinya. Dari sekarang lah pemerintah mulai memperketat PPKM kembali.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.