Tekan Impor, Dua Produk Cangkul Lokal Sandang Predikat SNI

Kompas.com - 26/10/2021, 15:10 WIB
Plt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita memberikan sambutan pada acara penyerahan Sertifikat SNI Cangkul kepada PT. Mekarmaju Jaya Abadi dan PT. Indobaja Primamurni di Jakarta, Senin (25/10). Humas KemenperinPlt. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita memberikan sambutan pada acara penyerahan Sertifikat SNI Cangkul kepada PT. Mekarmaju Jaya Abadi dan PT. Indobaja Primamurni di Jakarta, Senin (25/10).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian konsisten mendukung peningkatan daya saing industri nasional melalui pengoptimalan penggunaan produk lokal.

Salah satu langkah strategis yang telah dijalankan adalah memberikan program pembinaan dan pendampingan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dalam penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) agar produknya semakin berkualitas.

Sebagai wujud dukungan terhadap penerapan SNI, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin menyelenggarakan acara Penyerahan Sertifikat SNI Cangkul Dalam Negeri kepada PT Mekarmaju Jaya Abadi (merek cangkul Kepiting Pusaka) dan PT Indobaja Primamurni (merek cangkul Barong).

Baca juga: Kadin: Mestinya Cangkul Enggak impor, Malu-maluin...

"SNI berfungsi memberikan perlindungan dan jaminan kualitas kepada konsumen atas keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan hidup (K3L). Kedua perusahaan tersebut telah membuktikan kualitas produknya dengan memenuhi persyaratan teknis produk sesuai SNI 0331:2018 (Cangkul-Syarat Mutu dan Metode Uji)," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita lewat keterangan tertulis, Selasa (26/10/2021).

Reni menjelaskan, SNI juga berperan sebagai salah satu instrumen dalam rangka menjalankan strategi pencapaian target substitusi impor hingga 35 persen pada tahun 2022. Hal ini sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat imbas pandemi Covid-19.

"Bagi industri, SNI merupakan nilai tambah, yakni jaminan kualitas pada produk yang diproduksi dan dipasarkan sehingga dapat menembus pasar dengan lebih mudah," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendampingan sertifikasi SNI Cangkul di Desa Mekarmaju turut melibatkan Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) Kemenperin sebagai LSPro dalam melakukan sertifikasi sampai diterbitnya Sertifikat Kesesuaian. Nilai TKDN dari cangkul produk PT Indobaja Primamurni dan PT Mekarmaju Jaya Abadi, masing-masing sudah mencapai 58,19 persen dan 51,96 persen.

"Kami berikan fasilitasi secara bertahap mulai dari pendampingan penerapan SNI, fasilitasi tingkat komponen dalam negeri, kemitraan, inisiasi pendirian Material Center, dan sertifikasi SNI," sebutnya.

Reni berharap agar kedua cangkul tersebut segera masuk ke e-Katalog. "Besar harapan kami juga agar cangkul Barong dan Kepiting Pusaka ini dapat memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri dan digunakan oleh pemerintah pusat maupun daerah, serta masyarakat Indonesia dapat mendukung dengan membeli dan menggunakan perkakas berkualitas buatan Indonesia," pungkas Reni.

Baca juga: Hingga Oktober 2019, Impor Cangkul RI Tembus Rp 1,49 Miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.