Kisah Dua Pekerja Konstruksi, Ditipu Tak Dapat Upah hingga Berhasil Wujudkan Mimpi

Kompas.com - 26/10/2021, 15:44 WIB
Komunitas Sedulur Gravel Komunitas Sedulur GravelKomunitas Sedulur Gravel

Komunitas ini, menurut Widhianto dan Mariono, tak hanya soal pekerjaan. Mereka juga merasakan ikatan kekeluargaan yang kuat di antara sesama anggota. Para pekerja konstruksi yang bergabung di sini berasal dari berbagai daerah. Berbagi soal keahlian masing-masing juga kerap dilakukan. Hal ini membuat para anggotanya bisa belajar satu sama lain dan meningkatkan skill-nya.

Sementara itu, pendiri KSG, Georgi Ferdwindra Putra, mengungkapkan, mengetahui para pekerja yang bergabung dalam komunitas ini merasa terbantu dan mendapatkan penghidupan yang lebih baik adalah hal yang sangat disyukurinya.

“Banyak hal-hal yang bisa saya lihat, saya syukuri setiap hari. Mulai dari sejumlah anggota yang meningkat berat badannya, karena mereka tenang soal pekerjaan. Sudah bisa memikirkan kebutuhan tersier, membeli baju, sepatu, menyekolahkan anaknya yang lebih dari 2 orang ke pendidikan tinggi. Ada juga yang membawa keluarganya naik haji, bisa sampai mengangkat anak asuh dan membiayai anak asuh, mendirikan bisnis warung, tambal ban,” papar Georgi.

Cerita-cerita dari para anggota ini, lanjut dia, membuatnya bersyukur telah mendirikan Komunitas Sedulur Gravel pada 2019.

Kata “sedulur” dipilih karena mengandung makna yang membangkitkan kedekatan dan persahabatan. “Sedulur” atau “Dulur”, yang seringkali disingkat “Lur”, sering digunakan sebagai sapaan yang menunjukkan kedekatan.

Ia berharap, komunitas ini bisa menjadi wadah komunikasi yang sarat dengan rasa kekeluargaan.

Georgi mengatakan, pekerja konstruksi merupakan pekerja di sektor informal yang lemah dari berbagai sisi. Seringkali terjadi pemutusan hubungan kerja sepihak karena alasan yang sangat subjektif.

“Kalau seorang pekerja pekerjaannya dinilai tidak bagus oleh manajernya atau proyeknya, maka langsung dipecat, tidak ada kepastian pekerjaan. Meski industri konstruksi membaik, tetapi pekerja sulit mendapatkan pekerjaan. Mereka seringnya mendapatkan pekerjaan dari kenalan,” kata dia.

Georgi juga menjelaskan, para calon anggota cukup bergabung dengan grup Facebook Komunitas Sedulur Gravel (KSG). Syarat untuk bergabung antara lain pembatasan usia anggota maksimal 43 tahun.

Batasan ini diambil dengan berbagai pertimbangan, karena pekerjaan konstruksi berkaitan dengan kondisi fisik yang prima sebagai upaya melindungi pekerja. Selain itu, pengelola KSG juga akan melihat catatan pengalaman kerja, spesialisasi keahlian, dan hal terkait lainnya. Kemudian, para calon anggota akan dihubungi tim KSG untuk proses selanjutnya.

Setelah bergabung di komunitas, para anggota akan didata domisili dan kontaknya. Selanjutnya, ketika ada proyek konstruksi, KSG akan menyalurkan para pekerja ke proyek tersebut.

Baca juga: Penyaluran Kredit Baru Kuartal III Masih Tumbuh, Sektor Konstruksi dan Pertanian Naik Paling Tinggi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.