Kompas.com - 27/10/2021, 12:58 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada Rabu (27/10/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda di pasar spot yang melemah.

Melansir RTI, pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berada pada level 6.605,44 atau turun 51,49 poin (0,77 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.625,69.

Sementara itu, terdapat 179 saham yang hijau, 319 saham merah dan 156 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi siang ini mencapai Rp 8,2 triliun dengan volume 14,3 miliar saham.

Baca juga: IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan Uji All Time High? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Siang ini, Unilever Indonesia (UNVR) catatkan aksi jual bersih tertinggi sebesar Rp 23,2 miliar. Saham UNVR melemah 1,7 persen di level Rp 4.560 per saham. Adapun volume perdagangan UNVR 25,4 juta saham dengan total transaksi Rp 115,9 miliar.

Net sell asing tertinggi juga dicatatkan oleh Elang Mahkota Teknologi (EMTK) sebesar Rp 21,2 miliar. EMTK siang ini turun 21,14 persen ke level Rp 1.825 per saham. EMTK mecatatkan total transaksi Rp 106,6 miliar dengan volume 57,1 juta saham.

Menyusul saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) yang juga catatkan aksi jual bersih tertinggi selanjutnya, sebesar Rp 21,2 miliar. ITMG siang ini terkoreksi 2,6 persen di level Rp 24.525 per saham. Total transaksi ITMG siang ini mencapai Rp 34,3 miliar dengan volume 1,4 juta saham.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aksi beli bersih tertinggi siang ini antara lain Kalbe Farma (KLBF) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) masing-masing sebesar Rp 60,5 miliar dan Rp 49,3 miliar. KLBF siang ini melesat 3,5 persen di level Rp 1.595 per saham, dan BBNI melemah 2,7 persen di level Rp 7.075 per saham.

Losers siang ini antara lain, Bank Neo Commerce (BBYB) yang ambles 5,7 persen di level Rp 1.395 per saham, Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO) juga teperosok 3,2 persen di level Rp 2.060 per saham, dan Wijaya Karya (WIKA) di level Rp 1.275 per saham atau melemah 2,3 persen.

Baca juga: Apa Itu Delisting Saham dan Bagaimana Dampaknya ke Investor?

Gainers siang ini antara lain, Semen Indonesia (SMGR) yang menguat 4,1 persen di level 8.725 per saham, Metrodata Electronics (MTDL) juga melesat 16,2 persen di level Rp 3.930 per saham, kemudian Harum Energy (HRUM) yang menguat 3,1 persen di level Rp 8.250 per saham.

Bursa Asia siang ini mayoritas merah dengan penurunan Hang Seng Hong Kong 1,56 persen, Shanghai Komposit 0,92 persen, dan Nikkei 0,16 persen. Sementara itu, Strait Times Singapura menguat 0,6 persen.

Berdasarkan Bloomberg, rupiah pada tengah siang ini bergerak melemah. Pukul 12.38 WIB mata uang garuda berada di level Rp 14.182 per dollar AS atau turun 30 poin (0,21 persen) dibanding sebelumnya Rp 14.152 per dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.