Ekonomi Dipatok Tumbuh 4 Persen, Sri Mulyani: Proyeksi IMF dan OECD Terlalu Rendah

Kompas.com - 27/10/2021, 14:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi ekonomi Indonesia sepanjang 2021 mencapai 4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Bendahara negara ini mengatakan, proyeksi itu meningkat dibandingkan sebelumnya. Proyeksi pun lebih tinggi dibanding prediksi lembaga internasional seperti OECD dan IMF yang masing-masing 3,7 persen dan 3,2 persen.

Baca juga: BRI Cetak Pertumbuhan Laba 34,7 Persen di Kuartal III Tahun 2021

"Prediksi dan proyeksi IMF dan OECD yaitu 3,2 persen dan 3,7 persen tahun ini menurut kita terlalu rendah," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers hasil rapat KSSK, Rabu (27/10/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank dunia ini menjelaskan, perubahan proyeksi menjadi lebih optimistis lantaran Indonesia termasuk negara yang cepat menangani penyebaran varian Delta Covid-19 sejak akhir Juni 2021.

Sepanjang kuartal III 2021, pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen dan kuartal IV 2021 mencapai 5,4 persen.

"Walaupun kita dihantam varian Delta dan ternyata dengan langkah pemerintah bisa mengendalikan secara cukup cepat dan efektif menyebabkan outlook untuk pertumbuhan ekonomi kuartal III menjadi lebih baik di 4,5 persen," tutur Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia berharap, pemulihan ekonomi dan turunnya kasus aktif berlanjut hingga akhir tahun dan awal tahun depan.

Baca juga: Waspadai Inflasi Dunia, Sri Mulyani: Disrupsi Lebih Panjang dari Perkiraan...

Sri Mulyani menyebut, pengendalian pandemi Covid-19 menjadi kunci penting untuk menormalisasi kegiatan ekonomi.

Di sisi lain, pemerintah terus mengakselerasi vaksinasi Covid-19.

"Proyeksi ini selalu berbasis kepada apakah suatu negara mampu mengendalikan Covid-19 terutama Delta. Vaksinasi dan prokes akan menjadi kunci untuk normalisasi kegiatan ekonomi, dan tentu APBN akan terus mendorong dan mendukung mulai dari agregat demand, konsumsi, maupun investasi," pungkas Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.