Mengawali Pagi, IHSG dan Rupiah Kompak Melaju di Zona Merah

Kompas.com - 28/10/2021, 09:29 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona merah di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (28/10/2021). Demikian juga dengan mata uang garuda yang melemah pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.08 WIB, IHSG berada pada level 6.570,55 atau turun 31,65 poin (0,4 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.602,2.

Sebanyak 163 saham melaju di zona hijau dan 214 saham di zona merah. Sedangkan 177 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,13 triliun dengan volume 2,14 miliar saham.

Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pagi ini bursa saham asia mayoritas merah dengan penurunan Shanghai Komposit 0,55 persen, Nikkei 0,88 persen, dan Strait Times 0,04 persen. Sementara itu Hang Seng Hong Kong menguat 1,2 persen.

Wall Street pagi ini ditutup mayoritas merah dengan penurunan Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,74 persen, dan indeks S&P 500 0,51 persen. Sementara indeks acuan saham teknologi AS Nasdaq naik 0,13 poin.

Sebelumnya, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan, indeks secara teknikal candlestick membentuk long black body mengindikasikan potensi bearish setelah gagal menembus resistace all-time high.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“IHSG diprediksi melemah. Pelemahan diperkirakan akan bersifat sementara karena didorong oleh pemulihan ekonomi serta rilis kinerja emiten kuartal III tahun 2021. Sementara kekhawatiran akan tapering sedikit memudar,” kata Dennies dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.04 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.208 per dollar AS, atau atau turun 35 poin (0,2 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.172 per dollar AS.

Baca juga: Wall Street Melemah, S&P 500 dan Dow Jones Terseret Saham Cyclical

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi karena kenaikan inflasi akibat terhambatnya suplai dan kenaikan harga energi.

"Pasar khawatir akan perlambatan ekonomi karena kenaikan inflasi yang terjadi karena terhambatnya suplai dan kenaikan harga energi. Kenaikan inflasi bisa memicu bank-bank sentral dunia mengetatkan kebijakan moneternya yang malah bisa menekan laju pertumbuhan ekonomi," kata Ariston kepada Kompas.com.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.