Dibangun Sejak Akhir 2020, Kapan Pelabuhan Sanur Rampung?

Kompas.com - 31/10/2021, 09:18 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Sanur, Bali. Dokumentasi BKIP KemenhubMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Sanur, Bali.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan pembangunan Pelabuhan Sanur tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan Budi saat meninjau progres pembangunan Pelabuhan Sanur, Bali Sabtu (30/10/2021).

Budi mengatakan meski pembangunan dilakukan di tengah pandemi Covid-19, proyek tetapi bisa berjalan baik sesuai dengan rencana.

“Pembangunan Pelabuhan Sanur sudah dimulai sejak Desember 2020. Saya berharap pembangunannya sudah bisa diselesaikan pada awal Mei 2022 atau bertepatan dengan libur lebaran,” ujar Budi dalam siaran pers, Minggu (31/10/2021).

Budi mengungkapkan, Pelabuhan Sanur akan menciptakan konektivitas yang baik antara Sanur dengan Nusa Penida dan Nusa Lembongan yang juga disebut dengan kawasan segitiga emas.

Di sisi lain, pelabuhan ini juga meningkatkan keselamatan mengingat sebelumnya kapal-kapal di Sanur berlabuh tanpa dermaga.

Baca juga: Pergerakan Harga Emas Antam Selama Sepekan Ini

“Dengan adanya pelabuhan ini dapat meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan dan menjadi budaya baru dalam bertransportasi,” kata Menhub.

Budi menuturkan, kehadiran Pelabuhan Sanur diharapkan akan menarik wisatawan untuk berkunjung ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Dua daerah tersebut juga sedang membangun Pelabuhan yaitu Pelabuhan Bias Munjul dan Pelabuhan Sampalan

“Sanur akan hidup lagi sebagai destinasi wisata bersama dengan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan,” ucap Menhub.

Sebagai informasi, pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Sanur dilakukan dalam periode tahun anggaran 2020–2022 yang bersumber dari APBN Kemenhub dengan pagu anggaran sebesar Rp 398 miliar.

Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 23,5 persen atau lebih cepat dari yang ditargetkan yaitu sekitar 15,6 persen.

Baca juga: Kenali 7 Ciri Pinjol Ilegal agar Tak Terjerat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.