Kuartal III 2021, Laba Bersih Maybank Capai Rp 1,06 Triliun

Kompas.com - 01/11/2021, 08:10 WIB
Presiden Direktur dan CEO PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) Taswin Zakaria di Jakarta, Jumat (23/11/2018) KOMPAS.com/Putri Syifa NurfadilahPresiden Direktur dan CEO PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) Taswin Zakaria di Jakarta, Jumat (23/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih senilai Rp 1,06 triliun pada kuartal III 2021. Laba ini turun sebesar 3,3 persen (yoy) dari Rp 1,10 triliun tahun lalu.

Penurunan laba emiten berkode BNII ini disebabkan oleh adanya penyesuaian perhitungan pajak tangguhan atau Deferred Tax. Adapun laba sebelum pajak tercatat naik 2,1 persen (yoy) mencapai Rp 1,48 triliun dari Rp 1,45 triliun.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, roda pemulihan ekonomi di kuartal III mulai bergairah kembali sehingga mampu mendukung bank tumbuh ke depannya.

Baca juga: Bank Permata Cetak Laba Bersih Rp 831 Miliar pada Kuartal III-2021

"Kami percaya, pemulihan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan kepercayaan pasar yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional," kata Taswin dalam siaran pers, Senin (1/11/2021).

Taswin menjelaskan, Net Interest Income (NII), atau Pendapatan Bunga Bersih turun 4,7 persen menjadi Rp 5,35 triliun pada sembilan bulan pertama 2021. Sebabnya, pertumbuhan kredit lebih rendah dan tren yield kredit (loan yield) menurun, sejalan dengan penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia dan restrukturisasi kredit nasabah.

Namun demikian, Net Interest Margin (NIM), atau Marjin Bunga Bersih naik 6 basis point menjadi 4,8 persen pada September 2021, didukung oleh turunnya biaya dana (cost of fund).

Fee-based income juga turun 14,8 persen pada September 2021, disebabkan oleh menurunnya pendapatan fee transaksi Global Market. Namun fee terkait Bancassurance bertumbuh 43,2 persen menjadi Rp 152 miliar pada September 2021.

Secara kuartalan, pendapatan fee naik 4,8 persem menjadi Rp 522 miliar per September 2021 dari Rp 498 miliar di kuartal sebelumnya.

"Meskipun pendapatan bunga kredit dan fee-based income turun sebagai dampak dari pandemi yang masih berlanjut, laba sebelum pajak (PBT) Bank masih dapat bertumbuh, didukung langkah mencadangkan provisi dan mengendalikan biaya overhead," beber Taswin.

Taswin bilang, upaya mencadangkan provisi dan dampak positif dari penerapan program restrukturisasi tersebut telah memberikan kontribusi kepada penurunan biaya provisi Bank sebesar 26,4 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.