BPJS Ketenagakerjaan Tempatkan Sebagian Besar Dana Kelolaan di Surat Utang Negara

Kompas.com - 02/11/2021, 14:46 WIB
Seorang petugas sedang membersihkan area Kantor BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek. Dok. BPJS KetenagakerjaanSeorang petugas sedang membersihkan area Kantor BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek.

JAKARTA, KOMPAS.com - BPJS Ketenagakerjaan menempatkan mayoritas dana kelolaannya ke instrumen surat utang. Adapun, porsi di instrumen tersebut mencapai 66 persen dari total kelolaan yang dimiliki per Oktober 2021 dengan nilai mencapai Rp 536 triliun.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo bilang bahwa penempatan di surat utang dikarenakan menghindari dampak fluktuasi IHSG yang masih ada di saat kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

“Merespon kondisi ini, kami telah mengalihkan mayoritas portofolio pada instrumen pasar uang dan fixed income hingga mencapai 80 persen dari total portofolio,” ujar Anggoro kepada KONTAN, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Ini Syarat Manfaatkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Untuk Beli Rumah hingga Renovasi

Rinciannya, alokasi aset BPJS per Oktober 2021 paling banyak ditempatkan di surat utang dengan porsi 66 persen, dilanjutkan dengan instrumen deposito yang porsinya mencapai 14 persen. Selanjutnya, instrumen saham memiliki porsi senilai 12 persen. Lalu, sisanya ada reksadana sebanyak 7 persen dan investasi langsung dengan porsi 1 persen.

Di surat utang sendiri, BPJS Ketenagakerjaan lebih banyak menempatkan pada surat utang negara yang memiliki porsi 60,3 persen dari keseluruhan portofolio. Anggoro bilang bahwa hal tersebut dikarenakan regulasi OJK yang menetapkan minimum 50 persen ditempatkan pada surat berharga negara.

“Berdasarkan regulasi OJK minimum 50 persen dari Dana Jaminan Sosial wajib ditempatkan pada surat berharga negara,” ujar Anggoro.

Dalam menentukan strategi investasinya, Anggoro menyebut selama ini BPJS Ketenagakerjaan memperhatikan aspek kepatuhan, kehati-hatian dan tata kelola yang baik untuk mendapatkan hasil yang optimal sepenuhnya untuk peserta, dengan risiko yang terukur.

“Kami selalu mengutamakan kepentingan peserta, dengan menyesuaikan pada kebutuhan liabilitas setiap program (Asset Liability Matching /ALMA),” imbuh Anggoro.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Investasi BPJS Ketenagakerjaan Edwin Ridwan juga bilang bahwa BPJS Ketenagakerjaan menerapkan strategi investasi yang ditetapkan berdasarkan tujuan investasi dengan target return yang optimal dalam batasan risiko tertentu.

Baca juga: Cara Cek Saldo dan Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Lewat JMO

Edwin menambahkan keterbatasan instrumen investasi yang tersedia di pasar, ketentuan regulasi yang perlu disesuaikan dengan perkembangan terkini, serta belum meluasnya pemahaman yang cukup mengenai investasi menjadi tantangan bagi BPJS Ketenagakerjaan sebagai investor institusi untuk dapat berinvestasi secara optimal.

Ke depan, proyeksi dana kelolaan investasi di BPJS Ketenagakerjaan dinilai akan meningkat sejalan dengan meningkatnya proyeksi iuran dan kepesertaan. Perusahaan menetapkan target dana kelolaan dalam 5 tahun mendatang akan mencapai Rp 1.000 triliun.

 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Mayoritas dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan ditempatkan di surat utang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Whats New
Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Whats New
Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Work Smart
Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Spend Smart
Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Spend Smart
139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

Whats New
Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Whats New
Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Earn Smart
Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Whats New
Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan 'Ransomware', Data Kritikal Dipastikan Aman

Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan "Ransomware", Data Kritikal Dipastikan Aman

Whats New
3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

Whats New
Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Rilis
Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Spend Smart
IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

Earn Smart
Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.