OJK Catat Nilai Pembiayaan Berkelanjutan Perbankan Capai Rp 809,7 Triliun

Kompas.com - 02/11/2021, 18:29 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/9/2021). ANTARA FOTO/AJI STYAWANKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan keuangan berkelanjutan (Sustainable Finance), guna mendukung program ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan dunia.

"OJK terus mendukung komitmen pemerintah Indonesia terhadap Perjanjian Paris serta langkah negara untuk mencapai tujuan Net Zero Emission," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, dalam gelaran Ministrial Talks COP 26, Senin (1/11/2021).

Baca juga: September 2021, Kredit Perbankan Tumbuh Makin Cepat

Wimboh mengatakan, komitmen OJK dalam mengakselerasi keuangan berkelanjutan telah diwujudkan dalam penerbitan Roadmap Keuangan Berkelanjutan pada 2015–2019 dan dilanjutkan pada tahap kedua pada 2020–2024.

Adapun sasaran strategis Roadmap Keuangan Berkelanjutan meliputi terciptanya ekosistem yang mendukung percepatan keuangan berkelanjutan, peningkatan pasokan dan permintaan dana dan instrumen keuangan yang ramah lingkungan.

"Serta penguatan pengawasan dan koordinasi dalam penerapan keuangan berkelanjutan di Indonesia," kata Wimboh.

OJK mencatat, nilai pembiayaan berkelanjutan perbankan di Indonesia telah mencapai 55,9 miliar dollar AS atau setara Rp 809,75 triliun.

Tercatat hampir 50 persen bank di Indonesia yang mewakili 91 persen dari total aset pasar perbankan Indonesia menunjukkan komitmen yang meningkat dalam menerapkan keuangan berkelanjutan.

Baca juga: OJK: Jumlah Peserta Dana Pensiun Masih Sangat Rendah

Wimboh menyebutkan, Sustainable Banking and Finance Network (SBFN) pada tahun 2021 memasukkan Indonesia, China, dan Kolombia sebagai negara-negara dalam tahap konsolidasi regulasi keuangan berkelanjutan.

Oleh karenanya, OJK telah menyiapkan empat langkah strategis penerapan prinsip keuangan berkelanjutan.

Pertama, penyelesaian penyusunan Taksonomi Hijau Indonesia yang akan diluncurkan awal tahun depan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.