Stafsus Erick: Jika Tak Pakai PCR BUMN Transportasi Untung

Kompas.com - 02/11/2021, 18:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Arya Sinulingga membantah keterlibatan Erick dalam bisnis tes PCR. Selain itu, ketentuan tentang tes PCR juga tak dikeluarkan oleh Kementerian BUMN.

"Ketentuan mengenai PCR tidak pernah dikeluarkan oleh Kementerian BUMN," ujar Arya kepada Media, Selasa (2/11/2021).

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah pun tak pernah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan tes PCR pada laboratorium tertentu. Namun, hanya mengatur ketentuan standar laboratorium yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Harga Tes PCR Jadi Polemik, Berapa Banyak Impornya Sepanjang 2021?

Lagi pula, kata Arya, perusahaan BUMN di sektor transportasi justru akan lebih untung bila tak ada aturan wajib tes PCR bagi pelaku perjalanan. Oleh sebab itu, ia menegaskan, tak ada keterkaitan Erick maupun Kementerian BUMN dalam bisnis tes PCR,

"Lagian, kalau enggak pake PCR, lebih menguntungkan banyak BUMN seperti AP (Angkasa Pura), ASDP, Garuda, Ctilink, juga hotel," ucapnya.

Pernyataan Arya itu sekaligus menjawab dugaan Erick terlibat dalam lingkaran bisnis tes PCR. Tudingan itu diungkapkan oleh eks Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Agustinus Edy Kristianto.

Lewat akun resmi Facebook-nya, Edy menyebut PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, didirikan oleh sejumlah perusahaan besar pada April 2020.

Salah satunya adalah Yayasan Adaro Bangun Negeri milik PT Adaro Energy Tbk (ADRO), perusahaan yang dipimpin oleh Boy Thohir, saudara Erick Thohir.

Arya mengatakan, sebagian saham GSI memang dipegang oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri sebesar 6 persen. Namun, menurut Arya, rendahnya kepemilikan saham tersebut membuat pengaruh yayasan terhadap GSI rendah.

"Yayasan kemanusiaan Adaro-nya hanya 6 persen (kepemilikan saham). Jadi bisa dikatakan yayasan kemanusiaan Adaro ini sangat minim berperan di tes PCR," kata dia.

Baca juga: Untuk Penumpang Pesawat, Wajib Tes PCR Tetap Berlaku Jika Belum Divaksin Dosis Lengkap

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.