Jalan Panjang OJK Mencapai Inklusi Keuangan 90 Persen

Kompas.com - 03/11/2021, 07:23 WIB
|

Upaya dongkrak inklusi keuangan

Untuk mengejar target inklusi keuangan 90 persen pada 2024 sekaligus meningkatkan angka literasi keuangan, berbagai upaya dilaksanakan oleh OJK, pemerintah, serta para pelaku industri jasa keuangan.

Baca juga: Siap-siap, Bantuan Subsidi Gaji Bakal Diperluas

Salah satu langkah utama yang dilakukan oleh OJK ialah dengan memperluas jangkauan pembiayaan ke masyarakat. Ini dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pelaksanaan layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) hingga perluasan jaringan bank wakaf mikro (BWM).

Selain itu, untuk menarik minat masyarakat melakukan pinjaman ke lembaga keuangan resmi, sejak tahun 2007 pemerintah telah melaksanakan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui program tersebut, masyarakat atau pelaku UMKM dapat menerima pembiayaan dengan syarat yang lebih mudah, suku bunga rendah, serta proses pengajuan yang relatif cepat.

Kemudian, OJK dan pemerintah juga telah memiliki Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). TPAKD dibentuk untuk mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah.

Tercatat saat ini terdapat 307 TPAKD, yang terus melakukan sosialisasi ke daerah, dan juga menggelar sejumlah kegiatan guna meningkatkan angka inklusi keuangan seperti kredit usaha rakyat (KUR) klaster dan business matching UMKM.

Baca juga: Pemerintah Kantongi Rp 4 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Melalui TPAKD, OJK berharap masyarakat di berbagai daerah dapat lebih mengerti dan memilih produk dan layanan keuangan dari lembaga keuangan resmi. Sebagaimana diketahui, sampai saat ini masih ada masyarakat yang mengandalkan rentenir sebagai sumber pendanannya.

"Melalui TPAKD, kami mendorong program kredit atau pembiayaan melawan rentenir, KPMR. Yaitu dengan skema pembiayaan proses cepat dan berbiaya rendah," kata Tirta.

Guna menciptakan inklusi keuangan yang berkelanjutan, OJK juga melaksanakan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Melalui program ini, OJK menargetkan 70 persen pelajar Indonesia memiliki rekening tabungan perbankan hingga akhir tahun 2021.

Kemudian, dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, OJK juga mendorong pengembangan ekosistem digital akses produk dan layanan jasa keuangan. Hal ini diharapkan mampu mempermudah dan meningkatkan daya jangkaunya ke pelosok daerah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menang PKPU, Erick Thohir Pastikan Garuda Indonesia Disuntik PMN Rp 7,5 Triliun

Menang PKPU, Erick Thohir Pastikan Garuda Indonesia Disuntik PMN Rp 7,5 Triliun

Whats New
Iming-iming Mendag Zulhas ke Produsen Migor: Ada Kompensasi Ekspor CPO, Asalkan...

Iming-iming Mendag Zulhas ke Produsen Migor: Ada Kompensasi Ekspor CPO, Asalkan...

Whats New
Partai Buruh Ajukan Judicial Review Revisi UU PPP ke Mahkamah Konstitusi

Partai Buruh Ajukan Judicial Review Revisi UU PPP ke Mahkamah Konstitusi

Whats New
Angkat Cinta Laura Jadi Komisaris, Perusahaan Ini Ganti Fokus Bisnis ke EBT

Angkat Cinta Laura Jadi Komisaris, Perusahaan Ini Ganti Fokus Bisnis ke EBT

Whats New
Kejagung Titipkan Lahan Sitaan dari PT Duta Palma Grup ke PTPN V

Kejagung Titipkan Lahan Sitaan dari PT Duta Palma Grup ke PTPN V

Whats New
Selama Masa Sosialisasi, Beli Minyak Goreng Curah Masih Boleh Gunakan NIK

Selama Masa Sosialisasi, Beli Minyak Goreng Curah Masih Boleh Gunakan NIK

Whats New
Perhatikan 5 Hal Ini agar Finansial Kamu Tetap Sehat

Perhatikan 5 Hal Ini agar Finansial Kamu Tetap Sehat

Spend Smart
Pesan Luhut ke Penjual Migor: Terdaftar di Simirah 2.0 atau PUJLE, Tak Bisa Lagi Main Harga...

Pesan Luhut ke Penjual Migor: Terdaftar di Simirah 2.0 atau PUJLE, Tak Bisa Lagi Main Harga...

Whats New
Pemerintah Batasi Bersubsidi Pupuk Mulai 2023, Hanya untuk Urea dan NPK

Pemerintah Batasi Bersubsidi Pupuk Mulai 2023, Hanya untuk Urea dan NPK

Whats New
Bantu Sukseskan Mudik Lebaran 2022, Kompas.com Dianugerahi Penghargaan dari Kemenhub

Bantu Sukseskan Mudik Lebaran 2022, Kompas.com Dianugerahi Penghargaan dari Kemenhub

Whats New
PT Mahaka Radio Integra Masih Bukukan Rugi Pada 2021, Sebesar Rp 27 Miliar

PT Mahaka Radio Integra Masih Bukukan Rugi Pada 2021, Sebesar Rp 27 Miliar

Whats New
Peduli Pendidikan Generasi Muda, Elnusa Petrofin Luncurkan “Pojok Baca” di Bantar Gebang

Peduli Pendidikan Generasi Muda, Elnusa Petrofin Luncurkan “Pojok Baca” di Bantar Gebang

Rilis
Pemerintah Lelang Sukuk Besok, Ini Tingkat Imbalannya

Pemerintah Lelang Sukuk Besok, Ini Tingkat Imbalannya

Whats New
Sebulan ke Depan, Pasar Saham dan Obligasi Diproyeksi Tetap Fluktuatif

Sebulan ke Depan, Pasar Saham dan Obligasi Diproyeksi Tetap Fluktuatif

Earn Smart
Kementan Usulkan Tambahan Anggaran untuk Penanganan PMK Jadi Rp 4,6 Triliun

Kementan Usulkan Tambahan Anggaran untuk Penanganan PMK Jadi Rp 4,6 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.