Ikatan Pedagang Pasar: Harga Minyak Goreng Sekarang Lebih Parah...

Kompas.com - 03/11/2021, 09:08 WIB
Ilustrasi minyak goreng SHUTTERSTOCKIlustrasi minyak goreng

JAKARTA, KOMPAS.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengklasifikasikan dua komoditi pangan yang masuk dalam status rawan jelang akhir tahun 2021 nanti. Dua komoditi pangan tersebut ialah minyak goreng dan cabai yang kini mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri mengatakan, harga minyak goreng di pasaran tembus hingga Rp 18.000 - Rp 19.000 per liter. Bahkan Abdullah mengungkapkan harga minyak goreng ada yang sampai menyentuh Rp 20.000 per liter.

"Minyak goreng ini tuh udah lama banget ya harganya udah berbulan-bulan catatan kami itu bisa 6 bulan di atas HET (harga eceran tertinggi). Sekarang lebih parah lagi harganya Rp 17.000 paling rendah sampai ada Rp 20.000 di Jakarta. Ini memang jadi konflik karena HETnya itu Rp 12.000 sampai Rp 13.000. Jadi ini jauh di atas harga eceran tertinggi, ini persoalan tersendiri," jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (2/11/2021).

Baca juga: Harga Minyak Goreng Merangkak Naik di Berbagai Daerah

Adapun komoditas pangan lain yang mengalami kenaikan harga ialah cabai. Saat ini cabai merah keriting ada di harga Rp 41.000 - Rp 42.000 per kilogram. Kemudian ada cabai TW juga sudah merangkak naik harganya menjadi Rp 39.000 per kilogram.

"Daging juga menjadi komoditas yang menurut saya punya kekhawatiran khusus untuk akan naik tinggi di Desember, karena permintaannya cukup tinggi nantinya," imbuhnya.

Perihal kondisi cuaca dengan adanya La Nina, Abdullah juga mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi dampaknya terhadap komoditi pangan. Kondisi akhir tahun dan adanya La Nina, IKAPPI meminta adanya ketersediaan stok pangan, agar supply dan demand di pasar dapat seimbang.

Data yang akurat menjadi modal pemerintah untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di akhir tahun yang akan berdampak pada ketersediaan pangan dan akhirnya mempengaruhi harga. Data dinilai menjadi modal untuk menentukan kebijakan ke depannya.

Baca juga: Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Melonjak

Abdullah menambahkan, pemerintah memerlukan data kebutuhan jelang dan pasca Natal dan Tahun Baru (Nataru), data distribusi pangan, hingga data komoditas pangan yang terdampak cuaca seperti La Nina.

"Perlu data, ada efek ngga Nataru pada distribusi pangan, ada ngga? Jika beberapa komoditas itu bergantung pada cuaca seperti kayak La Lina ada hambatan ngga? Kemudian sejauh mana hambatannya? berapa produksi? Semua itu bisa diukur jika Pemerintah punya punya data. Kementerian Pertanian dalam hal ini ini kami anggap kurang untuk mengantisipasi persoalan-persoalan yang terjadi," kata Abdullah.

Sebagai informasi, Kementerian Perdagangan mencatat per 1 November secara nasional komoditi minyak goreng curah naik 11,27 persen dibandingkan bulan lalu menjadi Rp 15.800 per liter, minyak goreng kemasan sederhana naik 8,78 persen menjadi Rp 16.100 perliter, minyak goreng kemasan premium naik 6,71 persen menjadi Rp 17.500 per liter.

Kemudian cabai merah keriting dibandingkan bulan lalu naik 15,10 persen menjadi Rp 34.300 per kilogram, cabai merah besar naik 13,31 persen menjadi Rp 33.200 per kilogram. (Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli)

Baca juga: Harga Minyak Goreng Melonjak, Begini Langkah Kemendag

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Pedagang pasar sebut harga minyak goreng dan cabai melonjak

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Mandiri Dorong Nasabah Beralih ke Super App Livin’ by Mandiri, Apa Saja Fiturnya?

Bank Mandiri Dorong Nasabah Beralih ke Super App Livin’ by Mandiri, Apa Saja Fiturnya?

Rilis
Ini Langkah Kemenhub dalam Pembukaan Travel Bubble di Batam dan Bintan

Ini Langkah Kemenhub dalam Pembukaan Travel Bubble di Batam dan Bintan

Whats New
IHSG Sesi I DItutup Melorot 1,47 Persen, Asing Lepas BBRI, ARTO, dan BBCA

IHSG Sesi I DItutup Melorot 1,47 Persen, Asing Lepas BBRI, ARTO, dan BBCA

Whats New
Menko Airlangga: Vaksinasi Dosis Primer Bakal Selesai pada Kuartal II-2022

Menko Airlangga: Vaksinasi Dosis Primer Bakal Selesai pada Kuartal II-2022

Whats New
Program JKP Diluncurkan 22 Februari, Menaker: Bukan Pengganti Kewajiban Pengusaha Bayar Pesangon PHK

Program JKP Diluncurkan 22 Februari, Menaker: Bukan Pengganti Kewajiban Pengusaha Bayar Pesangon PHK

Whats New
Syarat dan Cara Bayar Pajak Motor di Bank Jatim

Syarat dan Cara Bayar Pajak Motor di Bank Jatim

Spend Smart
Mengenal Bank, Asal Mula hingga Jenisnya

Mengenal Bank, Asal Mula hingga Jenisnya

Whats New
Apa Pengertian Tenaga Kerja dan Klasifikasinya?

Apa Pengertian Tenaga Kerja dan Klasifikasinya?

Whats New
Varian Omicron Melonjak, Menko Airlangga: Tingkat Kesembuhan 96,40 Persen, tapi Harus Tetap Waspada

Varian Omicron Melonjak, Menko Airlangga: Tingkat Kesembuhan 96,40 Persen, tapi Harus Tetap Waspada

Whats New
Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

Earn Smart
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Pinggir Batam Digadang Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Pinggir Batam Digadang Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Sepanjang 2021, Bappebti Sudah Memblokir 92 Domain Binary Option

Sepanjang 2021, Bappebti Sudah Memblokir 92 Domain Binary Option

Whats New
Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai, Menhub: Protokol Kesehatan Harus Ketat

Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai, Menhub: Protokol Kesehatan Harus Ketat

Whats New
Mengenal Binary Option, Cara Kerja dan Legalitasnya

Mengenal Binary Option, Cara Kerja dan Legalitasnya

Whats New
Menpan RB Larang Semua Instansi Pemerintah Rekrut Honorer

Menpan RB Larang Semua Instansi Pemerintah Rekrut Honorer

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.