RI Butuh Dana Rp 426 Triliun untuk Pensiunkan PLTU Batu Bara Berkapasitas 5,5 GW

Kompas.com - 03/11/2021, 11:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana memberlakukan pensiun dini (early retirement) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara mulai tahun 2030 mendatang.

PLTU tersebut akan diganti dengan energi yang lebih hijau atau energi baru terbarukan (EBT).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah mengidentifikasi besaran PLTU yang akan pensiun dini dan bertransisi ke energi terbarukan. Besaran PLTU batu bara yang ditransisikan mencapai 5,5 GW PLTU batu bara.

Baca juga: Bikin Polusi, Pemerintah Janji Tak Lagi Terima Usulan Proyek PLTU Baru

Dia menyebut, transisi ini membutuhkan dana hingga miliaran dollar AS, yakni 20-30 miliar dollar AS. Angkanya setara dengan Rp 284 triliun - Rp 426 triliun (kurs Rp 14.200).

"Indonesia telah mengidentifikasi terdapat 5,5 GW PLTU batu bara yang bisa masuk dalam proyek ini dengan kebutuhan pendanaan sebesar 25-30 miliar dollar AS selama delapan tahun ke depan," kata Sri Mulyani melalui Instagram resminya @smindrawati, Rabu (3/11/2021).

Wanita yang akrab disapa Ani ini menuturkan, rencana itu dilakukan menyusul komitmen Indonesia dalam National Determined Contribution (NDC) Paris Agreement.

Dalam dokumen NDC, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030.

Komitmen itu kembali disampaikan ketika dia mendampingi Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan beberapa investor dalam CEOs Forum di Glasgow, Inggris.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Akan Berhenti Bangun PLTU Baru

"Para CEO dan perwakilan perusahaan global uang berpusat di Inggris ingin mendengar rencana pemerintah Indonesia dalam memenuhi komitmen perubahan iklim. Mereka juga memiliki komitmen untuk mendukungnya," tutur Ani.

Pada kesempatan yang sama, presiden juga menyampaikan telah ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres mengenai instrumen nilai ekonomi karbon. Perpres tersebut mengatur mekanisme karbon ke depan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.