Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Perlukah Garuda Indonesia Dipertahankan sebagai "Flag Carrier"

Kompas.com - 06/11/2021, 17:04 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

DI tengah krisis keuangan yang dialami Garuda Indonesia banyak muncul pertanyaan tentang apakah Garuda sebagai flag carrier masih perlu dipertahankan. Sebuah pertanyaan yang menggelitik, karena apa gunanya mempertahankan sebuah maskapai penerbangan yang sedang dilanda utang triliunan rupiah.

Terminologi “Flag Carrier” tidak memiliki definisi yang baku baik pada tingkat nasional maupun internasional. Pengertian umumnya adalah bahwa sebuah maskapai penerbangan disebut sebagai flag carrier mengandung makna bahwa maskapai tersebut mewakili negara, menjadi duta bangsanya.

Maskapai pembawa bendera tidak selalu sebuah maskapai milik pemerintah, karena di beberapa negara maskapai penerbangan milik swasta kerap disebut juga sebagai flag carrier. Maskapai yang dianggap mewakili kehadiran negaranya saat terbang ke luar negeri, walau bukan milik pemerintah. Setidaknya maskapai tersebut walau bukan milik pemerintah, namun perijinannya pasti di peroleh dari pemerintah negara yang diwakili oleh otoritas penerbangan nasionalnya.

Lebih lanjut istilah flag carrier juga mengandung makna kebanggaan sebagai sebuah bangsa yang memiliki kemampuan diranah penerbangan yang berteknologi tinggi. Tidak semua negara memiliki kemampuan mengelola sebuah maskapai penerbangan. Demikian pula tidak semua negara yang memiliki perusahaan penerbangan yang mampu mengoperasikan pesawat terbang produk teknologi mutakhir.

Maskapai penerbangan merupakan simbol dari keunggulan teknologi yang dimiliki sebuah negara dalam mengelola produk teknologi tinggi. Itu sebabnya maka pesawat terbang milik sebuah negara selalu memasang benderanya pada body pesawat di lokasi yang mudah terlihat. Sebuah pameran keunggulan teknologi tinggi yang dikuasainya dan dipresentasikan dalam penerbangan ke luar negeri.

Baca juga: Kata Garuda Indonesia Soal Harga Sewa Pesawat yang Kemahalan

Di Indonesia sendiri Maskapai Pembawa Bendera diartikan juga sebagai “pembela negara”. maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang merupakan milik pemerintah (sekarang sudah tidak sepenuhnya milik pemerintah) d iwaktu yang lalu kerap mengemban tugas pada saat negara menghadapi ancaman.

Ketika Trikora dan Dwikora telah dibentuk “Wing Garuda” yang terdiri dari armada pesawat Garuda yang ditugaskan turut mendukung operasi penerbangan Angkatan Udara. Ketika operasi Timtim, beberapa pesawat terbang Garuda lengkap dengan tenaga awak pesawatnya ditugaskan mengangkut pasukan dan logistik berpadu dengan operasi penerbangan Angkatan Udara, mengemban tugas negara.

Lebih jauh sebelum itu maskapai penerbangan Garuda memang memiliki Riwayat sejarah yang erat dengan perjuangan bangsa di era awal kemerdekaan. Walau Garuda Indonesia sendiri adalah merupakan maskapai penerbangan yang berasal atau diterima sebagai hibah dari KLM, akan tetapi cikal bakal penerbangan sipil komersial di Indonesia sudah dimulai sebelum itu.

Singkat kata Maskapai Garuda Indonesia memang menyandang nilai sejarah perjuangan bangsa sejak awal kemerdekaan. Garuda Indonesia melekat dengan spirit patriotisme bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Pada awal kemerdekaan Garuda sudah membuka layanan penerbangan internasional ke beberapa negara dengan awak pesawat orang Indonesia sendiri.

Patut dicatat ketika itu dunia penerbangan masih dimonopoli oleh para pilot dari negara maju. Sementara Garuda Indonesia telah di awaki putra Indonesia sebagai pilot yang terbang kebeberapa negara di luar negeri. Sebuah kebanggaan yang sangat bernilai tinggi dalam menjujung martabat bangsa. Garuda Indonesia sudah identik dengan keberadaan Republik Indonesia.

Kini ketika mengalami kesullitan keuangan yang memaksa pemerintah untuk mempertimbangkan mempailitkan Garuda, tentu saja memunculkan pertanyaan dari beberapa pihak.

Pertanyaan tentang apakah tidak sebaiknya dicarikan jalan untuk menyelamatkan Garuda. Menyelamatkan Garuda dengan mempertimbangkan nilai patriotik dan nilai sejarah perjuangan bangsa yang melekat dalam dirinya. Mempertimbangkan nilai spiritual kebangsaan dan nilai sejarah patriotisme perjuangan kemerdekaan yang menyatu dengan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di sinilah tantangannya terhadap sikap wawasan kebangsaan dan kebanggaan bernegara dari warga bangsa Indonesia dalam melihat persoalan yang tengah dihadapi maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Tantangan yang berhadapan dengan sebuah realita tentang mengapa maskapai penerbangan sebagai sebuah perusahaan “negara” yang sudah merugi Rp 70 triliun, apakah harus dipertahankan.

Baca juga: Garuda Indonesia Akan Lebih Fokus ke Rute Domestik

Wawasan Kebangsaan, kesadaran dan kebanggaan berbangsa belakangan ini memang sudah jauh meredup. Ketika regu bulu tangkis dengan mandi keringat bertahun tahun berjuang keras untuk membawa kembali supermasi dunia berhasil memboyong Thomas Cup ke Indonesia, tidak banyak yang mempersoalkan saat bendera merah putih dilarang dikibarkan.

Maka demikian pula saat Garuda Indonesia mengalami kesulitan keuangan, maka dengan enteng keluar pernyataan bahwa Garuda Indonesia selayaknya dipailitkan saja. Itulah isu hangat yang tengah kita hadapi sekarang ini, sebuah dilema antara realita dan rasa kebanggaan sebagai bangsa.

Sejatinya harus diakui bahwa selama lebih dari 3 dekade belakangan ini tidak hadir sebuah mekanisme yang mengelola wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pola program nation and character building. Peristiwa tidak berkibaranya bendera merah putih di ajang perebutan Thomas Cup dan kesulitan keuangan maskapai penerbangan Garuda telah mengingatkan kita semua dan ditandai dengan sebuah pertanyaan tentang masih perlukah mempertahankan maskapai penerbangan Garuda sebagai flag carrier?

Sebuah pertanyaan menggelitik yang tengah menanti jawaban dari kita semua. Sebuah pertanyaan dengan sekian banyak “pelajaran pahit” yang tersembunyi di dalamnya. Sebuah pertanyaan yang mengandung makna sudah sejauh mana kesadaran diri kita sebagai sebuah bangsa yang besar.

Sebuah pertanyaan yang mengundang kita semua untuk merenung dan introspeksi diri dalam kerangka menuntut kejujuran pada siapa saja yang bersalah dan harus memikul “tangung jawab” sebagai warga negara dalam kasus Garuda, Maskapai kebanggaan Pembawa Bendera dan Duta Bangsa Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.