Terima Dana Salah Transfer dari Bank? Ini yang Perlu Dilakukan

Kompas.com - 06/11/2021, 20:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesalahan transfer yang dilakukan sendiri oleh bank memang membuat khawatir. Jika salah langkah, ada pasal-pasal yang berlaku yang mungkin menjeratmu karena menggunakan uang tersebut.

Biasanya, pasal yang dikenakan adalah pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika menerima dana salah transfer ini. Dosen Program Studi Hukum di Universitas Pelita Harapan (UPH), Jonker Sihombing mengatakan, penggunaan pasal 85 kepada penerima dana salah transfer, tidak dapat langsung diterapkan begitu saja.

Baca juga: Terima Uang Salah Transfer? Hati-hati Bisa Dipidanakan

Dengan demikian, bank harus menunjukkan bukti terlebih dulu sebelum menjerat penerima dana salah transfer. Kata dia, hukum memberikan perlindungan terhadap nasabah beritikad baik. Oleh karena itu ketika ada transfer masuk, kamu hendaknya segera bertanya dan melapor ke bank.

"Iktikad baik ini dinyatakan ada ketika nasabah berhati-hati atau penduga-dugaan dengan menanyakan perihal dana yang masuk ke rekeningnya. Artinya nasabah tersebut telah melakukan pengecekan atau pemeriksaan atas transfer dana yang masuk," ujar Jonker dalam siaran pers, Sabtu (6/11/2021).

Adapun nasabah bisa dijerat pasal tersebut jika dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya dana hasil transfer yang padahal bukan haknya. Penerima dana akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar.

Adapun unsur pidana yang harus dipenuhi adalah, kesalahan dalam bentuk kesengajaan yang mensyaratkan adanya dolus malus. Artinya, kesengajaan yang dilakukan dengan adanya niat jahat.

"Keberadaan ini terlihat dengan adanya unsur sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya dana hasil transfer yang diketahui. Kedua, pro parte dolus, pro parte culpa, yaitu delik yang dalam perumusannya memuat unsur kesengajaan dan kealpaan sekaligus," ucap Jonker.

Sebaliknya, jika penerima dana melakukan klarifikasi atau menanyakan kepada pihak bank terkait dana yang masuk, maka hal tersebut tidak memenuhi unsur pidana. Dengan demikian, nasabah tidak dapat dipidana menggunakan pasal 85.

Di sisi lain, pihak penerima dana juga tidak dapat dipidana jika pihak bank mengirimkan pemberitahuan yang menginformasikan bahwa penerima mempunyai hak untuk mengambil Dana hasil transfer.

Pun tidak terdapat komplain atau keberatan dari pihak bank dalam batas waktu yang wajar yang telah diatur didalam Peraturan Perundang-Undangan.

"Karena unsur ini menjadi kunci utama untuk menilai pidananya atau bagian inti delik (delicts bestandelen)," pungkas dia.

Baca juga: Tarif Transfer Bank Rp 2.500 Berlaku di Mobile Banking, ATM, hingga Agen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Goreng Kemasan di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Harga Minyak Goreng Kemasan di Indomaret, Alfamart, dan Griya Yogya

Spend Smart
Pro Kontra Cuti Melahirkan 6 Bulan yang akan Disahkan Jadi RUU Inisiatif DPR: Didukung Buruh, Dipusingkan Pengusaha

Pro Kontra Cuti Melahirkan 6 Bulan yang akan Disahkan Jadi RUU Inisiatif DPR: Didukung Buruh, Dipusingkan Pengusaha

Whats New
Pendapatan Negara 2021 Capai 115,5 Persen, Sri Mulyani: Pertama Kali dalam 12 Tahun...

Pendapatan Negara 2021 Capai 115,5 Persen, Sri Mulyani: Pertama Kali dalam 12 Tahun...

Whats New
IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Rupiah Masih Melemah

IHSG Ditutup Menguat di Sesi I, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Fokus Bisnis Syariah, Allianz Life Siap 'Spin Off' di 2023

Fokus Bisnis Syariah, Allianz Life Siap "Spin Off" di 2023

Whats New
Beli Elpiji 3 Kg Bakal Gunakan MyPertamina Juga?

Beli Elpiji 3 Kg Bakal Gunakan MyPertamina Juga?

Whats New
Sambut HUT Ke-52, Jamkrindo Dukung Transformasi Digitalisasi UMKM

Sambut HUT Ke-52, Jamkrindo Dukung Transformasi Digitalisasi UMKM

Rilis
Peluang Usaha Jadi Agen Minyak Goreng Rp 14.000, Ini Cara Daftarnya

Peluang Usaha Jadi Agen Minyak Goreng Rp 14.000, Ini Cara Daftarnya

Earn Smart
Produsen Emas Asal Malaysia Berencana Ekspansi ke Indonesia

Produsen Emas Asal Malaysia Berencana Ekspansi ke Indonesia

Whats New
Bina Marga Dapat Anggaran Rp 40,25 Triliun untuk Pembangunan dan Perawatan Infrastruktur

Bina Marga Dapat Anggaran Rp 40,25 Triliun untuk Pembangunan dan Perawatan Infrastruktur

Rilis
Jasamarga Yakin Penataan Tol Bali Mandara Selesai Tepat Waktu untuk Sambut Presidensi G20

Jasamarga Yakin Penataan Tol Bali Mandara Selesai Tepat Waktu untuk Sambut Presidensi G20

Whats New
Allianz Life Indonesia Catatkan Premi Bruto Rp 3,8 Triliun di Kuartal I-2022

Allianz Life Indonesia Catatkan Premi Bruto Rp 3,8 Triliun di Kuartal I-2022

Whats New
Catat, Pengendara Mobil Wajib Daftar MyPertamina untuk Beli BBM Bersubsidi

Catat, Pengendara Mobil Wajib Daftar MyPertamina untuk Beli BBM Bersubsidi

Whats New
Segera Evaluasi Penerbangan Nasional

Segera Evaluasi Penerbangan Nasional

Whats New
Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga Bank Mandiri

Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga Bank Mandiri

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.