Kenaikan Cukai Turunkan Prevalensi Merokok, tetapi Buka Peluang Rokok Ilegal

Kompas.com - 08/11/2021, 13:50 WIB
Ilustrasi rokok tembakau, konsumsi tembakau. SHUTTERSTOCK/Maren WinterIlustrasi rokok tembakau, konsumsi tembakau.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok pada 2022.

Kenaikan cukai itu memang dinilai berhasil menurunkan prevalensi merokok, tetapi kebijakan ini juga perlu mengantisipasi semakin banyaknya rokok ilegal.

Peneliti FEB Universitas Padjadjaran (Unpad) Wawan Hermawan mengatakan, kenaikan cukai rokok telah menurunkan prevalensi merokok penduduk usia di bawah 18 tahun.

Baca juga: Konsumsi Rokok Masih Tinggi Selama Pandemi, Struktur Cukai Tembakau Diminta Disederhanakan

Data Badan Pusat Statisik (BPS) mencatat, prevalensi merokok usia 10-18 tahun secara nasional sebesar 9,65 persen di 2018 dan turun ke 3,81 persen pada 2020.

Sementara itu, data Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada 2015-2020 mencatat, Indonesia menjadi salah satu negara yang prevalensi merokok usia 15 tahun ke atas dengan kenaikan harga rokok, memiliki koefisien korelasi negatif.

"Secara sederhana artinya Indonesia dianggap berhasil. Adanya peningkatan cukai rokok itu menurunkan pravelensi merokok. Dari 18 negara, hanya 7 negara yang punya koefisien korelasi negatif, Indonesia salah satunya. Artinya, kenaikan harga rokok menurunkan pravelensinya," jelas dia dalam webinar mengenai cukai rokok dan industri tembakau, Minggu (7/11/2021).

Meski demikian, menurut Wawan, hal yang juga perlu diperhatikan adalah kenaikan harga rokok yang terlalu tinggi, dikhawatirkan bisa menyebabkan perubahan konsumsi pada jenis rokok yang lebih murah. Salah satunya berpotensi ke penggunaan rokok ilegal.

Baca juga: Kemenperin: Kami Kurang Sepakat jika Cukai Dinaikkan Terlalu Tinggi

Oleh sebab itu, ia menekankan, untuk pemerintah berhati-hati dalam menyusun formulasi kenaikan cukai rokok yang akan berdampak pada harga jual agar tak semakin memperluas peredaran rokok ilegal.

"Jadi hati-hati saat meningkatkan harga rokok," kata dia.

Senada, Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, kenaikan tarif cukai rokok berdampak langsung pada peredaran rokok ilegal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Whats New
Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, DPR: Jangan Lengah

Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, DPR: Jangan Lengah

Whats New
Kalbe Farma dan Ecossential Food Corp Bentuk Perusahaan Join Venture di Filipina

Kalbe Farma dan Ecossential Food Corp Bentuk Perusahaan Join Venture di Filipina

Rilis
Prokes Kembali Dilonggarkan, Kemenhub Terbitkan SE Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Terbaru

Prokes Kembali Dilonggarkan, Kemenhub Terbitkan SE Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Terbaru

Whats New
Harga Komoditas Naik, Kemenkeu 'Pede' Nilai Ekspor Tumbuh Tinggi Sepanjang 2022

Harga Komoditas Naik, Kemenkeu "Pede" Nilai Ekspor Tumbuh Tinggi Sepanjang 2022

Whats New
East Ventures Dorong Ekonomi Inklusif melalui Investasi Berkelanjutan

East Ventures Dorong Ekonomi Inklusif melalui Investasi Berkelanjutan

Rilis
Cara Daftar Mobile Banking Bank Papua di ATM dan HP

Cara Daftar Mobile Banking Bank Papua di ATM dan HP

Spend Smart
Kemenkop UKM Dorong Koperasi Miliki Pabrik Minyak Goreng

Kemenkop UKM Dorong Koperasi Miliki Pabrik Minyak Goreng

Rilis
Libur Panjang Waisak, AP I Layani 651.474 Penumpang

Libur Panjang Waisak, AP I Layani 651.474 Penumpang

Whats New
BPJS Kesehatan: Negara Bertanggung Jawab Kembangkan Sistem Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan: Negara Bertanggung Jawab Kembangkan Sistem Jaminan Sosial

Whats New
Soal Penangkapan Lin Che Wei, Kemenko Perekonomian: Sudah Tidak Menjabat Anggota Tim Asistensi Sejak Maret 2022

Soal Penangkapan Lin Che Wei, Kemenko Perekonomian: Sudah Tidak Menjabat Anggota Tim Asistensi Sejak Maret 2022

Whats New
Foto Erick Thohir 'Mejeng' di ATM Bank BUMN, Ini Kata Komisi VI DPR

Foto Erick Thohir "Mejeng" di ATM Bank BUMN, Ini Kata Komisi VI DPR

Whats New
IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

Whats New
Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Rilis
OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.