Per November, Penerima SK Kartu Prakerja Capai 12 Juta Peserta

Kompas.com - 08/11/2021, 20:39 WIB
Ilustrasi Kartu Prakerja SHUTTERSTOCKIlustrasi Kartu Prakerja

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja mencatat penerima SK peserta program Kartu Prakerja per awal November 2021 mencapai 12.007.516 orang dengan penerima efektif sebanyak 11.409.032 orang.

Dari angka itu, total 96,7 persen dari penerima efektif dinyatakan selesai pelatihan dan 99 persen di antara mereka yang menyelesaikan pelatihan telah mendapatkan insentif.

Sementara itu, sebanyak 49 persen dari 40 persen penerima Kartu Prakerja yang bekerja adalah wirausahawan.

Baca juga: Lolos Kartu Prakerja Gelombang 22? Segera Lakukan Hal Ini agar Tak Kena Blacklist!

Sedangkan, 14 persen dari 60 persen penerima Kartu Prakerja yang sebelumnya menganggur akhirnya bekerja sebagai entrepreuner atau pelaku wirausaha.

Data-data tersebut menunjukkan bahwa Program Kartu Prakerja terbukti menyiapkan penerimanya menjadi pelaku wirausaha.

"Hasil survei evaluasi pada penerima Kartu Prakerja mencatat bahwa 72 persen penerima Kartu Prakerja memanfaatkan insentif yang diterimanya sebagai modal usaha," ucap Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari melalui keterangan tertulis, Senin (8/11/2021).

Ia merinci, pemanfaatan insentif tersebut 79 persennya digunakan untuk membeli bahan produksi, 76 persen membeli barang untuk dijual kembali, 68 persen membeli alat produksi, 68 persen digunakan untuk membiayai operasional usaha, 64 persen untuk menambah jenis produk/jasa (diversifikasi), dan 58 persen dipakai untuk beralih menjual produk/jasa lain.

Baca juga: Kritik Bikin Program Kartu Prakerja Jadi Lebih Baik

Mantan Deputi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020 ini pun menyebutkan, jenis-jenis pelatihan dari 498 total pelatihan yang dihadirkan di ekosistem Kartu Prakerja.

Sebagaimana diketahui, pendaftaran Kartu Prakerja sudah mencapai gelombang 22. Jumlah kuota Kartu Prakerja gelombang 22 hanya 46.000. Sebab, kuota gelombang 22 ini berasal penerima yang status kepesertaannya dicabut, yakni dari gelombang 18-gelombang 21.

Dengan demikian, gelombang 22 bertujuan untuk memulihkan status kepesertaan dengan membuka penerima baru sebagai peserta. Begitu pun menjadi gelombang terakhir penerimaan Kartu Prakerja di tahun 2021 ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.