Rudiyanto
Direktur Panin Asset Management

Direktur Panin Asset Management salah satu perusahaan Manajer Investasi pengelola reksa dana terkemuka di Indonesia. Wakil Ketua I Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia periode 2019 - 2022. Penulis buku best seller reksa dana yang diterbitkan Gramedia Elexmedia. Buku Terbaru berjudul "Reksa Dana, Pahami, Nikmati!"

Setelah Tapering, Bagaimana Prospek Kinerja Reksa Dana?

Kompas.com - 09/11/2021, 15:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Setelah tapering selesai di Juni 2022, maka agenda berikutnya adalah pembahasan tentang rencana kenaikan suku bunga di AS.

Jika suku bunga di Amerika Serikat naik, maka Bank Indonesia diperkirakan juga akan mengambil langkah serupa. Memang ada pembicaraan bahwa kenaikan suku bunga AS bisa terjadi di semester II-2022 atau tahun 2023.

Secara teori, jika suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun dan sebaliknya jika suku bunga turun, maka harga obligasi akan naik.

Kebijakan suku bunga sendiri juga sangat dipengaruhi oleh inflasi. Artinya jika inflasi tidak terkendali, bisa saja Bank Indonesia melakukan kenaikan bunga lebih cepat sebelum Bank Sentral AS melakukan kenaikan suku bunga.

Bisa juga, ketika inflasi sangat terkendali, Bank Indonesia punya opsi untuk menahan suku bunga meskipun Bank Sentral AS menaikkan suku bunga. Beberapa kali, kebijakan Bank Sentral Indonesia juga tidak selalu sejalan dengan Amerika Serikat karena kondisi dalam negeri.

Saat ini, inflasi Amerika Serikat sendiri bahkan sudah mencapai 5,4 persen per September 2021 akibat tingginya harga komoditas dan kelangkaan suku cadang. Angka ini jauh di atas target inflasi jangka panjang yang ditetapkan bank sentral di sekitar level 2 persen.

Untuk Indonesia sendiri yang tingkat inflasinya ditargetkan di level 3 persen plus minus 1, pada bulan Oktober 2021 malahan masih di level 1,6 persen.

Hal ini terjadi karena beberapa faktor mulai dari subsidi PPnBM untuk properti dan kendaraan bermotor, subsidi tarif listrik, harga BBM masih belum naik mengikuti harga minyak dunia dan tingkat permintaan yang masih belum kembali ke level normal.

Secara teoritis, ketika perekonomian sudah berangsur mendekati normal, ada kemungkinan subsidi tidak berlanjut. Bagaimanapun, subsidi pada harga BBM dan tarif listrik sangat menentukan tingkat inflasi.

Baca juga: Menakar Efek Tapering dan Debt Ceiling Terhadap Reksa Dana

Inflasi Indonesia pada tahun 2022 diperkirakan berada di level 2,5-3 persen. Jika angka inflasi riil lebih tinggi daripada angka tersebut, maka juga bisa menjadi sentimen negatif bagi harga obligasi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Kode Bank BNI dan Cara Transfer Antarbank di ATM dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Cara Top Up Gopay Lewat m-Banking BCA hingga OneKlik Secara Mudah

Spend Smart
Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Inilah 5 Sekolah Termahal di Indonesia, SPP-nya Hingga Ratusan Juta

Spend Smart
Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Bos Krakatau Steel Pimpin Asosiasi Industri Besi-Baja se-Asia Tenggara

Rilis
Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Luncurkan Livin' Investasi, Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Bisnis Wealth Management

Whats New
Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Jobseeker, Simak 10 Tips Ikut Job Fair Agar Sukses Dapat Pekerjaan

Work Smart
Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Kuasa Hukum Korban Berharap Aset KSP Indosurya Ditelusuri Lagi

Whats New
UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

UMKM Ingin Menjual Produk ke Pemerintah? Ini Daftar E-Katalog LKPP

Smartpreneur
Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Pembiayaan APBN Melalui Utang Turun 62,4 Persen, Hanya Rp 155,9 Triliun Per April 2022

Whats New
Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Bank Mandiri Luncurkan Fitur Investasi di Aplikasi Livin'

Whats New
Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Jokowi Minta Luhut Bantu Urus Minyak Goreng, Ini Kata Kemendag

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Kemendag Ungkap Alasan Larangan Eskpor CPO Dicabut

Whats New
Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Jadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara Mengudurkan Diri dari Presiden Komisaris OVO

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.