PNBP Perikanan Ditargetkan Tembus Rp 1,4 Triliun pada 2022

Kompas.com - 09/11/2021, 17:45 WIB
Pekerja melakukan pembersihan dan penentuan kualitas ikan tuna di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (4/12/2018). Volume ekspor tuna Indonesia seperti dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS pada tahun 2017. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja melakukan pembersihan dan penentuan kualitas ikan tuna di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (4/12/2018). Volume ekspor tuna Indonesia seperti dikutip dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan, mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dollar AS pada tahun 2017.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan mencapai Rp 1,4 triliun pada tahun 2022. Target ini meningkat dibanding tahun 2021 yang sekitar Rp 960 miliar.

Direktur PNBP Sumber Daya Alam dan Kekayaan Negara Dipisahkan, Kementerian Keuangan, Kurnia Chairi mengatakan, target tersebut bisa saja tercapai mengingat KKP gencar menarik PNBP.

Namun demikian, realisasinya bakal tergantung pada implementasi aturan baru soal penarikan PNBP berdasarkan PP Nomor 85 Tahun 2021.

"Memang untuk tahun 2022 melihat potensi dan upaya perbaikan kita perkirakan lebih dari Rp 1,4 triliun, tentu tergantung dari kesiapan kita menggali potensi dan pelaksanaan perbaikan di sisi implementasi PP," kata Chairi dalam webinar PNBP Perikanan Apindo, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Harga Kripto: Bitcoin Dekati Rp 1 Miliar, Ethereum Pecah Rekor

Chairi menuturkan, target tersebut didasarkan pada produksi perikanan untuk domestik dan ekspor yang meningkat. Pada tahun 2020 saja, tercatat perikanan tangkap mencapai 7,7 juta ton atau tumbuh 2,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaiannya meningkat dibanding tahun 2017 lalu yang sebesar 7,1 juta ton.

Sementara total nilai ekspor mencapai Rp 5,2 triliun atau tumbuh 5,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan mayoritas tangkapan udang ke negara Amerika Serikat, China, dan Jepang.

"Maka kita tentu memahami bahwa potensi PDB subsektor perikanan ini cukup tinggi. Secara pertumbuhan cukup baik, sekitar 9,8 persen," ucap dia.

Sayangnya, produksi tersebut tidak sebanding dengan penerimaan PNBP. Hingga 31 Oktober 2021 saja, PNBP sektor ini masih menjadi yang paling buncit, yakni baru terealisasi 50 persen atau sekitar Rp 450 miliar dari target APBN senilai Rp 960 miliar.

PNBP sumber daya alam nonmigas terbesar masih disumbang oleh sektor minerba dengan capaian Rp 34,2 triliun dari total realisasi Rp 40,2 triliun hingga 31 Oktober 2021. Sementara sektor kehutanan mencapai Rp 4 triliun, dan panas bumi mencapai Rp 1,4 triliun.

Baca juga: Dirut Bio Farma: Ada Potensi Harga Tes PCR Bisa Turun dari Rp 275.000

Oleh karena itu, dia mengungkapkan realisasi target PNBP tahun 2022 akan bergantung pada kinerja KKP dalam mengimplementasi PP.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.