Bank Sentral Singapura Peringatkan Investor Soal Risiko Aset Kripto

Kompas.com - 09/11/2021, 19:47 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|


SINGAPURA, KOMPAS.com - Bank sentral Singapura dan regulator keuangan setempat memperingatkan investor mengenai risiko berinvestasi di mata uang kripto.

Dilansir dari CNBC, Selasa (9/11/2021), Otoritas Keuangan Singapura (MAS) menyatakan, terdapat ayunan spekulatif yang tajam dan potensi rirsiko bagi investor ritel yang menaruh uang mereka di aset kripto.

"(MAS) mengerutkan kening terhadap aset kripto atau token sebagai aset investasi bagi investor ritel," ujar Direktur Pelaksana Otoritas Keuangan Singapura Ravi Menon.

Untuk diketahui, harga bitcoin menyentuh harga 68.086,45 dollar AS per keping atau menguat 2,7 persen pada perdagangan hari ini.

Sementara itu, ethereum yang merupakan aset kripto terbesar kedua, menguat 1,56 persen menjadi sekitar 4.813,94 dollar AS per keping.

Baca juga: Daftar Negara yang Legalkan dan Larang Mata Uang Kripto

Sepanjang tahun ini, bitcoin mengyat 130 persen sementara ethereum melesat 550 persen di periode waktu yang sama.

Keduanya diketahui telah bergerak cukup liar sejak awal tahun 2021 ini.

Pada bulan Mei lalu, harga aset kripto sempat berguguran setelah CEO Tesla Elon Musk melalui akun Twitternya mengatakan bakal berhenti menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran.

"Harga dari aset keripto tidak terpaku pada fundamental ekonomi apapun, selain itu (aset kripto) juga merupakan sunyek dari ayunan spekulatif yang tajam," ujar Menon.

"Investor dari aset kripto ini dihadapkan pada risiko kerugian yang signifikan," jelas dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.